Dukung Pendidikan Indonesia, Kota Pariaman Sukses Bangun Keberlanjutan Pendidikan

161

JURNAL SUMBAR | Pariaman – Adaptasi dan transformasi dalam menyiapkan manusia Indonesia menyambut Indonesia Emas 2045, salah satunya dengan kunci pendidikan. Pendidikan tinggi merupakan tempat inovasi dan menyintesa ilmu pengetahuan.

Kota Pariaman sebagai salah satu kota yang terletak di Provinsi Sumatera Barat dalam pelayanan pendidikan mendukung program Indonesia Emas tersebut melalui pemberian beasiswa penuh bagi putra putri Kota Pariaman bagi calon mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi keluarga yang tidak mampu setiap tahunnya untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia.

“Saya berupaya memanfaatan anggaran, dimana dana yang digunakan menjadi tepat sasaran, guna, dan waktu. Agar nantinya memberikan efek perubahan yang tepat. Apalagi menyonsong Indonesia Emas 2045 beasiswa bagi calon mahasiswa yang kurang mampu mutlak diprioritaskan,” ujar Walikota Padang Pariaman, Dr Genius Umar kepada media ini, Jumat (13/8/2021).

Genius Umar selaku kepala pemerintahan yang berjarak sekitar 56 Km dari ibukota provinsi Sumbar ini menyampaikan bahwa Pemko Pariaman yang dipimpinnya menyadari bahwa pendidikan sebagai fondasi perlu mewujudkan masyarakat yang berkarakter. Selain Pemerintah Kota yang dipimpinnya tugas tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak seperti guru, tenaga pendidik dan para pemangku kebijakan.

Sementara itu Prof Dr Dedi Hermon, Guru Besar Universitas Negeri Padang mengungkapkan pendidikan antisipatif merupakan perubahan kompetensi yang mengadaptasi kebutuhan zaman. Sehingga pada akhirnya, menurutnya, tumbuh manusia Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing.

Menyadari hal itu, Dedi Hermon mengapresiasi Walikota Pariaman dan pihak yang berkepentingan dalam kemajuan Pendidikan di kota yang dipimpinya, meski tak banyak berbicara tapi memiliki tindakan nyata, jadi tak zamanya lagi banyak bicar tapi tak ada tindakan, itu adalah tanda pemimpin yang lemah dalam membangun suatu gagasan.

“Keberlanjutan pendidikan di Sumateta Barat untuk menuju Indonesia emas, tidak hanya sekedar kata kata penarik simpati masyarakat, sehingga terbangun pencitraan yang bisa menipu dan menina-bobokan masyarakat. Saat ini masyarakat sudah bisa membedakan mana pemimpin yang penipu yang tertutup pencitraan, dan mana pemimpin yang betul betul bekerja untuk masyarakat,” ujar Dedi Hermon, akademisi UNP ini.

Dikatakannya, kalau ingin berbicara tentang keberlanjutan pendidikan menuju Indonesia Emas. sistem yang dibangun sangat sistematis antara pendidikan dasar, pendidikan menengah dan Pendidikan Tinggi silahkan studi banding ke Kota Pariaman.

“Kenapa studi banding ke Kota Pariaman, karena Pemko Pariaman dengan dinas terkait bisa membangun sistem keberlanjutan pendidikan itu dengan sangat baik, walaupun kewenangan SMA/SMK ada di Provinsi,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini bisa dijadikan contoh yang nyata dalam membangun dan mengembangkan tanggung jawab seorang pemimpin dalam menciptakan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat yang dipimpinnya. Meski, kota kecil di Sumatera Barat yang memiliki sumber pemasukan daerah yang kecil, bisa mengutus dan memberikan beasiswa penuh bagi putra putri Kota Pariaman, khususnya bagi warganya yang berlatarbelakang ekonomi keluarga yang tidak mampu.

“Itu baru pemimpin modern, pemimpin yang punya ide dan gagasan serta langsung bekerja membangun sistem untuk melaksanakan ide dan gagasan tersebut. Masyarakat jangan lagi tertipu dengan pemimpin yang hanya memikirkan kelompok dan golongan saja,” pungkasnya.agusmardi