Teruji, Keunggulan Lampai Sirandah Varietas Padi dari Sijunjung Raih Penghargaan FAO/IAEA Dunia

408

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Luar biasa. Tak sia-siap kakok tangan dingin dan pembinaan yang dilakukan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Ir. Ronaldi, terhadap para petani yang ada di Ranah Lansek Manih itu.

Tak percaya? Tengok saja, berkat Lampai Sirandah Varitas Unggul Lokal Sijunjung, Sumatera Barat itu, Dinas Pertanian yang dikomandoi Ir. Ronaldi dibawa kepemimpinan Bupati-Wabup Sijunjung, Benny Dwifa Yiswir-Iraddatillah ternyata berhasil mengharum nama Indonesia dimata dunia.

“Alhadulillah, melalui BadanTenaga Atom Nasional (BATAN,) Lampai Sirandah Varitas Unggul Lokal Sijunjung berhasil mendapat penghargaan dari Oganisasi Pangan Dunia FAO/IAEA,”kata Kepala Dinas Pertanian Sijunjung, Ir. Ronaldi kepada Jurnalsumbar.Com via telepon selularnya, Selasa (21/9/2021).

Sebelumnya kata Ronal, Lampai Sirandah sudah ditetapkan sebagai varietas unggul padi sawah di Kabupaten Sijunjung sejak akhir tahun lalu, setelah beroleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian. Namun apa sesungguhnya keunggulan padi dari tanah lansek manih ini?

Varietas Lampai Sirandai yang merupakan riset Badan Tenaga Nuklir (Batan) dengan Pemerintah Kabupaten Sijunjung ditetapkan sebagai varietas padi baru milik Kabupaten Sijunjung.

“Itupun sudah keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 849/HK.540/C/06/2020 tentang pelepasan calon varietas padi sawah LK-05 sebagai varietas unggul,” papar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung itu.

Dijelaskan Ronal, varietas padi Lampai Sirandah merupakan pengembangan dari varietas padi Lampai Kuniang. Ini merupakan hasil kerjasama riset Badan Tenaga Nuklir (Batan) dengan Pemerintah Kabupaten Sijunjung.
Lebih lanjut dikatakan Ronal, varietas lampai sirandah itu memiliki banyak keunggulan, seperti ketahanan terhadap hama dan penyakit.

Selain itu, keunggulan lampai sirandah ini produktivitasnya cukup tinggi. Hasil ubinan, mencapai 9 ton gabah kering tinggi (GKT).

“Keunggulan lainnya, memiliki tinggi tanaman yang lebih pendek dan tahan rebah. Bahkan, berdasarkan hasil pengujian umur panen lebih pendek dibandingkan dengan varietas asal Lampai Kuniang,” tambah Ronal.

Sementara rasa nasi dan aromanya sama seperti varietas Lampai Kuniang, yakni enak, pera dan aromatik serta harga jual berasnya lebih tinggi.

“Varietas baru Lampai Sirandah ini berhasil diperpendek masa tanamnya dari 135 hari menjadi 105 hari, sementara tingginya dari 160 cm dipangkas menjadi 104 cm,” ulas Ronal.

Ir. Ronaldi Kadis Pertanian Sijunjung

Sebelumnya melalui sidang evaluasi dan penilaian calon varietas tanaman pangan dihadapan tim Penilai Varietas Tanaman Pangan (PVTP) pada tanggal 13 November 2019 lalu di Bogor, Lampai Sirandah ditetapkan sebagai varietas unggulan padi Sijunjung.

“Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian pelepasan varietas unggul di Sijunjung sudah keluar, semoga varietas baru ini dapat meningkatkan produksi dan produktifitas padi di Ranah Lansek Manih. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat”.

“Kini, melalui BadanTenaga Atom Nasional (BATAN,) Lampai Sirandah Varitas Unggul Lokal Sijunjung berhasil mendapat penghargaan dari Oganisasi Pangan Dunia FAO/IAEA. Alhamdulillah ini berkad usaha kita semua, amin,”imbuh Ronal penuh bangga. ius