Catatan Lindo Karsyah, Jembatan Gantung di Sijunjung?

382

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – “Baraa jumlah jambatan gantuang di kabupaten awak ayah,” tanya si Bujang pada Fulan.

Fulan sontak kaget mendengarnya. Sembari berpegangan pada kawat besi berkarat dan bolong pada beberapa bagian yang memagari jembatan gantuang, dikatakanlah sungguh tidak tahu. Pertanyaan kuantitatif ini tidak mengakar dalam ingatan.

Tersebab penasaran, dilihat rilis Provinsi Sumbar dalam Angka. Tidak ada nomenklatur jembatan gantung. Yang ada hanya jembatan saja. Tahun 2018 dan 2019, Kabupaten Sijunjung punya 45 jembatan dengan panjang 784 kilometer. Tahun 2020, jumlah jembatan menjadi 25 dengan panjang 506 kilometer.

Angka demikian mengambarkan pengurangan sarana transportasi di Sijunjung. Ketika ditanya sama admin BPS Sumbar secara online, data tersebut didapat dari Dinas PUPR setempat. Apa penyebab berkurangnya? Admin di atas menjawab, akan menanyakan ke instansi yang dimaksud. Setelah ditunggu beberapa saat, tidak ada jawaban.

Apa poinnya? Kita lemah dengan data. Yang baru saja tidak rinci datanya. Apalagi yang lama. Membangun yang baru melupakan yang lama.

Mengkonstruksi yang mutakhir, mengabaikan yang usang. Kita celaka dengan petatah; “usang-usang dipaharui, lapuak-lapuak dikajangi”. Mungkin karena yang lama tidak terlalu fungsional lagi.

“Wahai Bujang! Jangankan kita rawat yang lama, kita hitung saja tidak, apalagi diperhitungankan,” kata Fulan sembari melanjutkan penyeberangan pada jembatan lapuk dan oleng itu.

Selamat milad Kabupaten Sijunjung yang ke-73!

(Penulis adalah Ketua KPUD Sijunjung/Mantan Wartawan Harian Singgalang).