Lagi, Pemkab Sijunjung Akan Gelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2022, Hadiahnya Capai Miliaran Rupiah

299

Sekdakab Sijunjung, Sumatera Barat, DR.Zefnihan, AP.M.Si didampingi Kepala BKP SDM Sijunjung, Riky Mainaldi Neri, S.STP, M.Si, dalam diskusi santainya bersama Pemimpin Redaksi Jurnalsumbar.Com, Saptarius

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Inovasi Pelayanan Publik adalah terobosan jenis pelayanan baik yang merupakan gagasan/ide kreatif original dan/atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Nah, untuk itu pula Pemkab Sijunjung berencana kembali akan melaksanakan
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2022 ini.

Hebatnya lagi, Pemkab Sijunjung akan menganggarkan dana hingga miliaran rupiah sebagai rewad bagi peserta yang menjadi pemenang.

“Inovasi Pelayanan Publik adalah terobosan layanan baik yang merupakan gagasan/ide kreatif orisinal dan/atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung,”kata Sekdakab Sijunjung, Sumatera Barat, DR.Zefnihan, AP.M.Si didampingi Kepala BKP SDM Sijunjung, Riky Mainaldi Neri, S.STP, M.Si, dalam diskusi santainya bersama Pemimpin Redaksi Jurnalsumbar.Com, Saptarius, Senin (25/4/2022) di Muaro Sijunjung.

Disebutkannya, kriteria inovasi pelayanan publik adalah bermanfaat (menyelesaikan masalah publik), dapat ditransfer (dapat direplikasi), berkelanjutan (adanya dukungan keberlanjutan inovasi), kebaruan (adanya keunikan gagasan, inovasi baru, modifikasi inovasi yang ada) dan efektif (capaian nyata dan solutif),”papar penggagas Geopark Silokek itu.

Dijelaskan Zefnihan, tujuan kompetesi inovasi pelayanan publik adalah: Menjaring, mendokumentasikan, mendiseminasikan dan mempromosikan inovasi sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, kata Sekdakab Sijunjung, yakni menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pembelajaran dalam rangka pengembangan sistem Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) Nasional.

“Memberikan apresiasi dan penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik yang inovasinya ditetapkan sebagai TOP inovasi pelayanan publik. Insya Allah Pemkab Sijunjung akan menyediakan anggaran kisaran milyaran rupiah untuk itu. Misal, untuk juara satu hadiahnya Rp750 juta, juara dua Rp500 juta dan juara tiga sebesar Rp250 juta. Sehingga OPD bisa berkompetisi dan anggaran itupun bisa digunakan untuk kegiatan di OPDnya,” papar Sekdakab.

Kantor Bupati Sijunjung

“Tujuannya tentu untuk memotivasi penyelenggara pelayanan publik untuk meningkatkan inovasi dan profesional dalam mempersembahkan pelayanan publik, peningkatan citra penyelenggara pelayanan publik dan mendorong inovasi pelayanan publik itu sendiri,”tambah Zefnihan.

Bahkan dengan adanya inovasi pelayanan publik, Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index diharapkan pendidikan dan standar hidup meningkat. IPM penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

“Kita yakin, dengan inovasi pelayanan publik, IPM pun akan meningkat. Misalnya saja, satu orang guru  mendidik masyarakat sebanyak lima orang pertahun dengan usia 25 tahun keatas. Jika saja guru ada dua ribu orang, maka otomatis IPM akan meningkat,”papar Sekdakab.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP, M.Si

Apa yang disampaikan Sekdakab itupun dibenarkan bupati. “Yaa.., kita harus bangkit dan harus bisa membuat berbagai terobosan untuk kemajuan daerah. Bersama insya Allah kita bisa,”ucap Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, .S.STP, M.Si kepada Jurnalsumbar.Com, Senin (25/4/2022) malam.

“Apa yang sudah dipaparkan pak Sekda itu sudah mantap dan itu yang kita harpakan,”imbu bupati milenial itu penuh harap.

“Semua lini harus bergerak, ayo kita bangkit untuk kemajuan Sijunjung. Yakinlah, bersama kita bisa,”tambah bupati.ius