Antologi Puisi “Menggapai Impian, Buku Buah Tangan Guru dan Siswa SMPN 3 Ranah Pesisir

234

JURNAL SUMBAR | Pessel – UPT SMPN 3 Ranah Pesisir adalah salah satu sekolah menengah pertama yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Sekolah ini beralamat di Jl. Langsano Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Pada tahun ini, UPT SMPN 3 Ranah Pesisir dikabarkan sukses menerbitkan buku antologi puisi yang judul “Menggapai Impian.” Buku tersebut ditulis oleh 25 penulis yang terdiri dari 1 orang guru dan 25 siswa UPT SMPN 3 Ranah Pesisir.

Menurut Melidya Lesmana (29), selaku guru pengampu dan pembimbing mata pelajaran bahasa Indonesia dan literasi, menyebutkan, sebagian besar penulis buku antologi puisi “Menggapai Impian” adalah siswa. “Awalnya, siswa yang diambil sebagai sampel penulis buku ini adalah siswa kelas VIII.1 dan VIII.2. Namun, setelah mengalami beberapa tahap dan seleksi yang dilakukan kepada siswa, akhirnya yang terpilih sebagai penulis buku ini adalah sebanyak 25 orang,” Sebut guru berusia 29 tahun itu pada Kamis (25/08/2022).

Adapun nama-nama siswa yang lolos seleksi sebagai penulis buku antologi puisi “Menggapai Impian”, yaitu Chelsea Rahma Rofrina Harahap, Rayyan Qudamah, Nevarizka Fijriahafis, Viola Septi Okatavia, Azita Azzahra, Shyva Aulia Putri Linto, Fadhel Okritayandi, Alfach Rezy Putra Sandra Gulo, Muhammad Ikhsyan Hafizi, Sallyana Tuzzahra, Muhammad Ivanof, Azari Oktapia Rahmadani, Annada Qudhusy, Muhamad Waldi Saputra, Rika Dwi Andriani, Citra Wendira, Ihsanul Desri Falita, Fadilah, Enjeli Reyza Resmona, Nasfi Nadya Ayu Putri, Azzahra Rahmadani Hafiza, Rianti Putri Aggraini, Leona Pradita Putri, M. Zaki Rahman, dan Ayu Indah Safitri. Mereka adalah siswa yang kreatif dan memiliki jiwa seni dalam menulis puisi.

Lebih lanjut, guru berusia 29 tahun itu menyebutkan, buku antologi puisi yang berjudul “Menggapai Impian” merupakan buku pertama yang pernah ditulis oleh guru dan siswa UPT SMPN 3 Ranah Pesisir. Pada umumnya, puisi-puisi tersebut berisi tentang curhatan, kisah, keinginan, dan pengalaman siswa itu sendiri dalam meraih impiannya.
Buku antologi puisi itu tidak hanya terbit begitu saja, melainkan melalui proses yang cukup panjang. Proses pembuatan puisi itu pertama kali dimulai saat pembelajaran tentang menulis puisi pada semester 1 tahun 2021. Sebelumnya, siswa diberikan materi tentang cara menulis puisi. Setalah itu, siswa dilatih untuk menulis dan menganalisis puisi. Di samping itu, siswa juga sarankan banyak membaca puisi agar dapat memperkaya kosakata dan mempermudah dalam menulis puisi.

Uniknya, selama proses pembelajaran tersebut tidak hanya dilakukan di ruang kelas, melainkan juga dilakukan di pustaka dan lingkungan sekolah. Tujuannya, agar siswa dapat lebih nyaman dalam berfikir dan menulis puisi.
“Alhamdulillah, setelah menempuh proses yang cukup panjang, lebih kurang satu tahun. Akhirnya, kami dapat menerbitkan buku ini di penerbit CV. Badad Bumi.” Ungkap guru bahasa Indonesia SMPN muda itu kepada Jurnalsumbar.com.

Dengan terbitnya buku antologi pertama ini, banyak mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari majelis guru dan kepala sekolah UPT SMPN 3 Ranah Pesisir yang senantiasa mendukung dalam literitasi ini.

Selanjutnya, Melidya Lesmana berharap dengan hadirnya buku antologi puisi ini dapat menambah inspirasi bagi siswa ataupun sebagai contoh bagi pembaca dalam membuat puisi.

Di samping itu, ia juga berharap selanjutnya dapat melahirkan karya-karya terbaru bersama siswa UTP SMPN 3 Ranah Pesisir, terutama untuk menciptakan cerpen dan cerita rakyat.[ *yls* ]