Dihari Pangan Sedunia Ke-42 Tahun 2022, Sawahlunto Surplus Beras

192

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Kegiatan hari Pangan Sedunia ke-42 tahun 2022 di Kota Sawahlunto, yang dipusatkan di lapangan Segitiga Kota Sawahlunto pada Rabu 2 November 2022, ditandai dengan pemukulan Gong oleh Gubernur Provinsi Sumatara Barat diwakili Asisten II Provinsi Sumatra Barat, Wardarusmen,SE,MM.

Dalam Kesempatan tersebut, Asisten II Provinsi Sumatra Barat, membacakan sambutan Gubernur Propinsi Sumatra Barat, yang menyampaikan, bahwasanya tahun ini ketahanan pangan secara global mengalami ancaman dari berbagai daerah, informasi FAO dari Bank Indonesia dalam rapat Inflasi yang dilaksanakan di propinsi Sumatra Barat, baru baru ini , sudah 286 negara di Dunia yang mengalami kebangkrutan secara ekonomi.

berdasarkan laporan terbaru FAO, 824 juta orang di dunia mengalami kelaparan di tahun 2021, jutaan orang di seluruh dunia tidak mampu membeli makanan sehat, menempatkan mereka pada risiko tinggi kerawanan pangan dan kekurangan gizi. Masalahnya adalah akses dan ketersediaan makanan bergizi, yang semakin terhambat oleh berbagai tantangan termasuk pandemi COVID-19, konflik.bahkan kenaikan harga BBM dan yang lainnya.

Selain itu juga dijelaskan, Isu yang juga menjadi hangat di hari pangan sedunia ini berdasarkan data dari Bappenas, yang menyatakan, “bahwa masyakrat kita termasuk di sumatra barat terjadi pemborosan pemanfaaatan bahan pangan, lebih kurang ada 43 persen yang dihasilkan merupakan sampah, ” jadi ada bahan pangan yang banyak terbuang percuma, karena tidak dimanfaatkan, ” jelasnya.

Dan Salah satu strategi Ketahanan Pangan ditengah Dinamika permasalahan global saat ini adalah, melakukan diversifikasi bahan lokal, diketahui Indonesia memiliki tingkat keragaman yagn strategis, dari Data Badan pangan Nasional tahun 2022 Indonesia memiliki 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat , 75 jenis sumber protein dan 26 jenis kacang kacangan,389 jenis buah buahan , 228 jenis sayuran dan 110 jenis rempah dan bumbu dan 40 jenis minuman termasuk madu yang dihasilkan lebah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumtara Barat juga mengapresiasi Pemerintah Kota Sawahlunto melalui ternak lebah yang telah dibudidayakan di Kota Sawahlunto. “an ini dinilai dapat untuk menumbuhkan ketahanan pangan, menekan stunting dan mengurangi inflasi,”ungkap Asisten 2 mengakhri sambutannya.

Sementara di tengah krisis pangan yang melanda sejumlah negara, justru di Kota Sawahlunto, ketahanan pangan tidak terganggu, itu dibuktikan dengan berhasilnya Kota Sawahlunto surplus beras , dimana hasil gabah kering dikota Sawahlunto sebanyak 16.692 ton , sedangkan jumlah yang dikonsumsi sebanyak 65 ribu.

“Jadi secara data terjadi surplus, dan tidak kekurangan pangan, akan tetapi inflasi yang ada saat ini diakibatkan oleh sector Industri dan transportasi, namun ada langkah yang akan dilakukan agar inflasi tersebut tidak meluas,”papar Walikota Sawahlunto.

Walikota juga menyampaikan, bahwasanya Sesuai arahan dari presiden, tugas pemerintah, bagaimana memaksimalkan dana dana yang ada dikota sawahlunto, dan saat ini di Dinas Pertanian Kota Sawahlunto, sudah mulai melakukan program pemberian bibit cabe, karena cabe termasuk salah satu sector yang mempertinggi laju Inflasi, dan pembagian bibit cabe ini menggunakan system Polibeg yang tidak membutuhkan lahan besar, dan tentunya program ini butuh sinergi dan dukungan dari semua pihak, untuk itu walikota mengajak seluruh elemen yang ada untuk mendukung program pemerintah sehingga laju inflasi dapat di kelola dengan baik.

Dan sesuai dengan tema hari pangan Nasional, jika di bawakan di kota Sawahlunto, tujuannya adalah bagaimana mewujudkan lebih cepat kedaulatan dan kemandirian pangan dalam pengnendalian stunting dan inflasi daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih yang juga hadir dalam kegiatan tersebut melaporkan, bahwasanya kegiatan yang dilaksankan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian kita bersama , terkait pentingnya penanganan masalah pangan.

Selain itu juga untuk menginformasikan kepada masyarkat, tentang ketahanan pangan dan faktor pendukung ketersediaan pagnan , baik dalam budidaya, proses pengolahan hasil, pemasaran maupun penganeka ragaman pangan serta pengendalian stunting dan inflasi daerah.

Dalam kegiatan ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan lomba seprti lomba Adhikarya Pangan Nusantara, lomba ketenagaan dan kelembagaan penyuluh, lomba menu cipta B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman) dan lomba pengolahan pangan lokal serta beberapa lomba lomba lainnya.

Dalam kegiatan tersebut juga di berikan bantuan baik yang berasal dari APBD Provinsi Sumatra Barat, APBD Kota maupun CSR, dan dalam kegiatan ini juga dilakukan pencanangan Kota Sawahlunto sebagai sentra madu lebah Propinsi Sumatra Barat, Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD kota Sawahlunto, Forkopimda, kepala Dinas Pangan Propinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumatra Barat, Kepala OPD Sawahlunto dan undangan lainnya . (Yoa)