Ini Curhat Jemaah Mesjid Baiturahmah kepada Kapolda Sumbar

142

JURNAL SUMBAR | Padang – Selain memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH juga mendengarkan curahan hati (curhat) dari masyarakat.

Seusai pelaksanaan shalat jumat di Mesjid Baiturahmah, Jumat (6/1/2023), beberapa warga memberikan saran dan masukan dan ungkapan isi hatinya terkait kamtibmas kepada orang nomor satu di Polda Sumbar tersebut.

Awalnya warga bernama Ismail menceritakan di Simpang lampu merah seperti di simpang empat Lubuk Begalung (Lubeg) yang sering terjadi kemacetan saat sore hari, dan tidak menemukan adanya pengaturan oleh petugas lalu lintas. Oleh karenanya, ia berharap adanya petugas membantu arus lalu lintas dilokasi tersebut.

Irjen Pol Suharyono yang menanggapinya menyampaikan terimakasih atas informasi dan masukan yang disampaikan kepadanya. Terkait hal itu, ia akan mengevaluasinya.

“Nanti kita optimalkan personel di jam jam sibuk kendaraan, seperti pagi dan sore hari. Di simpul simpul kemacetan kita tempatkan petugas polisi. Kita juga akan melakukan penelaahan, menganalisis dan mencari solusinya,” kata Kapolda Sumbar.

Selanjutnya, salah satu pengajar di Ponpes Hamka, Hendra juga ikut menyampaikan pesan kepada Kapolda Sumbar. Pesan yang disampaikannya itu terkait keresahan dan kekhawatiran adanya aksi tawuran oleh pelajar. Ia berharap agar masyarakat dan juga pelajar di pesantren nya tidak resah dengan adanya tawuran.

Terkait hal tersebut, Kapolda Sumbar menyampaikan pihaknya akan menindaklanjuti terkait upaya pencegahan tawuran, baik di masyarakat, sekolah dan di perguruan tinggi.

“Kami menerapkan polisi masuk sekolah, menjadi inspektur upacara dengan memberikan pencerahan kepada pelajar dan guru” kata Irjen Pol Suharyono.

Kemudian, di perguruan tinggi dirinya juga memberikan pencerahan dan imbauan kamtibmas kepada para mahasiswa.

“Melalui surat edaran baik dari Polres maupun Polda juga kami lakukan. Karena tawuran itu dapat sanksi yang cukup berat, karena bisa dipidana menyangkut penganiayaan biasa atau penganiayaan berat,” tegasnya.

Lalu, salah seorang warga sekitar juga mengungkapkan keresahan dari masyarakat terkait aksi begal oleh orang tak dikenal di jalan by pass saat malam hari. “Karena saat tengah malam, jalan by pass tersebut terlihat sepi sehingga masyarakat merasa takut,” ujar warga.

Irjen Pol Suharyono menuturkan, untuk pencegahan terjadinya begal akan mengevaluasi lokasi yang dianggap rawan terjadinya kejahatan.

“Kita tidak ingin keluarga kita menjadi korban baik itu kejahatan atau lalu lintas.
Kami akan analisis juga hal tersebut, dan menempatkan anggota untuk patroli saat malam hari,” pungkas Kapolda. (*)