Laporan Jon Aidi Patopang; Kota Bengkulu Dikepung Banjir

220

 

Jon Aidi Patopang, Jurnalis Jurnalsumbar di Bengkulu

JURNAL SUMBAR | Bengkulu – Kota Bengkulu dikepung banjir hampir disemua arah, sehingga warga yang mau masuk Kota Bengkulu terpaksa memperpanjang perjalanan. Terutama yang dari Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Bengkulu Tengah terpaksa melewati Nakau dan Air sebakul, titik jalan yang tidak bisa dilalui kenderaan roda dua maupun roda empat yang terpantau oleh jurnalis Jurnal Sumbar Jon Aidi Patopang seperti Kelurahan Tanjung Agung, kelurahan Bentiring Permai tepatnya di dekat jembatan, Kelurahan Rawa makmur Kota Bengkulu.

Seperti data yang terekam pada stasiun pengamat curah hujan milik BPDASHL Ketahun Bengkulu yang berada di hulu DAS Bengkulu, Ketika Jurnal Sumbar menghubungi melalui WA Irda, S.Hut. MSi (fungsional PEH Muda pada BPDASHL Ketahun) menyampaikan, “hujan terjadi di hulu DAS Bengkulu, yang mana Sungai Bengkulu membelah Kota Bengkulu sehingga mengakibatkan Kota Bengkulu dikepung banjir,

https://youtube.com/shorts/n3uYit1V-cM?feature=share

Kejadian hujan semalaman sejak sore, sekitar 12 jam, Intensitas maksimum terjadi di jam 16.20 WIB pada Minggu (22/1/2023)di angka 158 mm da Akumulasi tebal hujan mencapai 202 mm.

Akibat curah hujan tinggi tersebut, Kota Bengkulu mendapat banjir kiriman sehingga areal Pemukiman penduduk di Kota Bengkulu terendam, rumah rumah penduduk terpantau banyak yang terendam banjir, seperti Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Tanjung Jaya Kecamatan Sungai Serut, serta Kelurahan Rawa makmur,
Tepat pukul 16.40 WIB menurut pantauan Jurnal Sumbar di Tanjung jaya walau hujan telah berhenti tapi air terus merambat naik sehingga semakin membuat kekuatiran warga, salah seorang warga Tanjung Jaya Irman mengatan “dengan semakin naiknya air walaupun hujan telah berhenti membuat warga semakin panik semoga saja malam nanti tidak terjadi hujan”.
Hingga berita ini tayang tak ada korban jiwa.
Jon patopang