Pembangunan RS Pratama Tak Selesai, PT Syarif Maju Karya Terancam Diblacklist, Ezwandra; Tak Ada Daerah Dirugikan

667

Kekuatiran Masyarakat Kamangbaru Itu Terbukti, Pekerjaan sudah Dihentikan

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Apa yang dikuatirkan masyarakat, Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, atas pengerjaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Tipe D tak selesai dari jadwal yang ditentukan itu terbukti.

Pasalnya, pengerjaan yang menganggarkan dana lebih dari Rp50 miliar itu tak kunjung selesai. Tak ayal, per-31 Desember 2022, Pemkab Sijunjung pun telah memutus kontrak kerja dengan PT Syarif Maju Karya selaku rekanan.

Pembangunan RS Pratama dengan nomor kontrak ;05.013/Tender/APBD/AP-533/2022 tertanggal 21 Juni 2022 dengan waktu kerja 187 hari kalender dengan Konsultan Perencananya PT Delta Arsitektur Persada.

Ezwandra Kadis Kesehatan

Sayangnya, hingga kontrak berakhir pengerjaannya baru rampung kisaran 34 persen. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, drg.Ezwandra selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pembangunan RS Pratama Sijunjung.

Meski pengerjaan tak selesai, namun Kadis Kesehatan itu menyatakan tak ada yang dirugikan.

“Tak ada daerah dirugikan atas pengerjaan pembangunan RS Pratama itu. Pengerjaannya sudah 34 persen,” kata Ezwandra menjelaskan.

Tak hanya itu, Ezwandra juga menyebutkan, sebelum kontrak di putus dengan kontraktor PT Syarif Maju Karya, ia mengatakan telah melaporkan persoalan tersebut ke Kementrian Keuangan dan Kemenkes RI.

Ditandai Peletakan Batu Pertama, Pembangunan RS Pratama Tipe D Sijunjung di Kamangbaru Dimulai

“Sisa anggaran ada Rp13 miliar lagi dan tidak menjadi silva. Anggaran tersebut bisa dipergunakan dan ditambah dengan DAU (Dana Alokasi Umum) Peruntukan bidang Kesehatan kisaran Rp9 miliar. Pembangunan lanjutan nantinya tidak menggunakan APBD Sijunjung. Kini tengah proses APIP Inspektorat Daerah,” papar Ezwandra yang sudah lama bercokol di Dinkes Sijunjung itu.

Ditambahkannya, pembangunan tahap dua nantinya akan dilelang. “Dalam waktu dekat segera dilelang,”tambahnya.

Yang menjadi pertanyaan, jika pekerjaan dari PT Syarif Maju Karya baru sekitar 34 persen dengan total anggaran Rp50 miliar lebih, kok sisanya Rp13 miliar?. Seharusnya kan masih ada anggaran Rp33 miliar lagi dan yang telah ditermenkan tentu kisaran Rp17 miliar.

Ternyata yang dikuatirkan masyarakat, pemuda, walinagari beserta tokoh masyarakat Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, atas pengerjaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Tipe D bakal tak selesai dari jadwal yang ditentukan itu terbukti.

Masyarakat Kamangbaru Kuatirkan Pengerjaan Pembangunan RS Pratama Diduga Tak Selesai Sesuai Kontrak

“Masa iya, sejak kontrak diteken pengerjaannya baru selesai kisaran 6,5 persen. Itu penjelasan Manager Kontraktor pelaksananya PT Syarif Maju Karya, Riko,”kata Walinagari Kunpar, Syabudin Datuk Sinaro (Datuk Abu), Wali Siaur, Atmansyah, Walinagari Kamang Syafri, Wali Lubuktarantang, Afrizaldi, Walinagari Sungai Lansek, Naprizal, Wali Aie Amo, Emil Salim, Walinagari Sungai Betung, Arisman, Walinagari Padangtarok, Syahrul, Walinagari Tanjungkeling, Musriadi, Ninikmamak/Ketua KAN dan sejumlah pemuda serta Camat Kamamgbaru, Nasruddin kepada Jurnalsumbar.Com, saat mendatangi lokasi pembangunan RS Pratama itu, pada Selasa, 23 Agustus 2022 lalu.

Sejumlah masyarakat itu mengkuatirkan pengerjaan pembangunan RS Prtama itu ditaksir bakal tak tuntas. Sebab, hingga kini pengerjaannya baru kisaran enam persen lebih kala itu.

“Masa iya, matrial saja tak ada. Kan nampak tu gimana akan terealisasi pengerjaannya sesuai dari jadwal,”tambah Datuk Nan Tungang Geram, Ketua KAN dan para walinagari lainnya kala itu.

“Kami kesini bukan demo, tapi kami menyuport bapak-bapak agar pekerjaannya terlaksana sesuai ketentuan yang ada. Jika ada masalah sampaikan kepada kami,”tambah Datuk Abu kala itu.

Manager Kontraktor pelaksana PT Syarif Maju Karya, Riko, mengakui, bahwa pengerjaan terkendala karena keterbatasan alat beratnya.

“Hingga kini baru 6,5 persen pengerjaannya. Itu karena kurangnya alat. Bahkan hingga kini sudah menghabiskan anggaran kisaran Rp3 miliar,”ucap Riko kala itu.

Ia menyatakan, pada Oktober 2022 realisasi pengerjaan akan terealisasi 70 persen.

“Kami yakin, di Oktober 2022 pengerjaannya akan terealisasi kisaran 70 persen. Kami optimis itu,”ucapnya kepada Jurnalsumbar.Com dan kehadapan tokoh masyarakat.

Ironis sekali, pengawasnya, baik dari PU maupun Dinkes hanya datang sekali sepekan. “Pengawas hanya datang sekali seminggu hanya neken absen,”tambah Riko kepada warga kala itu.

Untuk diketahui, pelaksanaan pembangunan RS Prtama itu memakan waktu kerja 187 hari kalender. Konsultan Perencananya PT Delta Arsitektur Persada dengan nomor kontrak ;05.013/Tender/APBD/AP-533/2022 tertanggal 21 Juni 2022.

Prosesi pelatakan batu pertama menandai pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Tipe D Sijunjung di Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat itu dimulai pada Rabu, 20 Julu 2022 lalu.

Bahkan usai kontrak diputus, PT Syarif Maju Karya pun terancam masuk daftar hitam.

“Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan APIP dan dimunkinkan masuk blacklist,”tambah Ezwandra.