H. Adrimas Kembali Pimpin Muhammadiyah Yusmaini Pimpin Aisiyah Sawahlunto

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Hasil Musyawarah Daerah (Musyda) terpadu Muhammadiyah dan Aisiyah Kota Sawahlunto ke 12, Terpilih kembali H. Adrimas sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sawahlunto masa bhakti 2022 – 2027. Sedangkan Pengurus Aisiyah, Ketua Yusmaini SAd. MPdI, Sekretaris Yusmaini SP dan Bendahara Rita Poniman. Adapun Musyda terpadu tersebut berlangsung, Sabt – Minggu (11 – 12/3/2023) di Gedung DPRD setempat.

Sekretaris Panitia Pemilihan, Rony Yandi mengatakan, sebelumnya sudah terpilih 9 orang PDM dalam musyawarah pimpinan, yakni H. Adrimas, Afdal, Akmaludin, Andrio AN, Asrul, Famil Umri, Irwan, M Katik Mangkuto dan Robi Papilaya yang kemudian melalukan rapat pleno penentuan ketua PDM.

Diungkapkannya juga , dari 9 calon PDM terdapat dua calon PDM yang mengundurkan diri karena harus tunduk pada ART pasal 15, yakni Affal dan Andrio AN yangkemudian digantikan oleh Yulson dan Rony Yandri.

“Karena mereka berdua tergabung sebagai pengurus partai politik, dan sesuai ART di Muhammadiyah mereka harus berlapang dada untuk mundur sebagai calon PDM,” ujar Rony kepada JURNALSUMBAR, Senin (13/3/2023).

Sementara itu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, DR. Bakhtiar saat membuka Musyda itu mengatakan, Musyda terpadu Muhammadiyah dan Aisyiah Sawahlunto berbeda dari daerah lain dimana dihadiri langsung Walikota dan Wakil Walikota Sawahlunto beserta Ketua DPRD.

Epi

“Dengan dukungan ini, tentu Muhammadiyah dan Aisyiah diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menciptakan civil society melalui Islam berkemajuan, utamanya melalui pengembangan dan peningkatan serta kualitas pendidikan agama yang telah menjadi salah satu bagian penting ditubuh Muhammadiyah dan Aisiyah,” ujarnya.

Terkait mekanisme calon PDM, Bakhtiar menerangkan, sesuai ART pasal15 huruf (g) dinyatakan calon pimpinan tidak rangkap jabatan dengan pimpinan organisasi dan pimoinan organisasi yang amal usahanya sama dengan Muhammadiyah. Jika terjadi dan memaksakan menvalonkan diri, maka keputusan akan diserahkan ke DPP Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, ini tidak terjadi di Sawahlunto, katena tokoh yang masuk dalam PDM berbesar hati untuk mundur dan mereka sangat paham dengan aturan,” ujarnya.

Sebelumnya, diajang Musyda Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiah Kota Sawahlunto ke 12 itu juga terungkap bahwa Walikota Sawahlunto Deri Asta, terlahir dari keluarga Pengurus Muhammadiyah. Dan ia menilai Muhammadiyah merupakan organisasi yang fleksibel, menyesuaikan perkembangan zaman dan tetap kokoh dengan Aqidah Islamiyah.

Deri Asta juga mengimbau, agar Muhamadiyah dan Aisyiah mendukung dan mensukseskan program pemerintah salah satunya penanganan masalah stunting sekaligus mengajak warga Muhammadiyah turut serta mencegahnya.
“Kita punya tugas menyiapkan generasi kuat dan cerdas, Alhamdulillah angka stunting kita di bawah 13,7,” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Sawahlunto Eka Wahyu menghimbau jajaran Aisyiah menjaga ketahanan keluarga seperti memberikan pelayanan terbaik kepada suami, memberikan ASI kepada anak dan meningkatkan pendidikan agama kepada mereka.
“Sebagai organisasi keagamaan sekaligus kemasyarajatan, Muhammadiyah dan Aisyiah telah menunjukkan komitmen tinggi dalam rangka membangun pilar keagamaan yang kokoh di masyarakat,” ungkapnya.(kiy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.