Dasawisma Jahe Merah 7 Nagari Tanjung Koto VII Sijunjung Dinilai Tim Berprestasi Sumbar 

Didampingi Bupati Benny dan Ketua TP PKK, Ny. Nedia Fitri Benny, Tim Berprestasi Dasawisma Sumbar melakukan penilaian terhadap Kelompok Dasawisma Jahe Merah 7, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung 

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kelompok Dasawisma Jahe Merah 7, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, berhasil menembus enam besar nominasi Dasawisma Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat. Tim penilai provinsi pun turun langsung melakukan penilaian dan verifikasi lapangan, Senin (4/5/2026).

Rombongan tim penilai yang dipimpin Staf Ahli TP-PKK Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasco disambut langsung oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa.

Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa menyampaikan bahwa kehadiran tim penilai menjadi dorongan besar bagi para kader PKK dan Dasawisma untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pembangunan masyarakat.

“Dasawisma adalah ujung tombak gerakan PKK. Dari sinilah keluarga dibina, data dihimpun, dan berbagai persoalan masyarakat dapat dipetakan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekuatan pembangunan nagari sangat bergantung pada ketahanan keluarga, sehingga peran Dasawisma menjadi sangat strategis. Pemerintah daerah pun memberikan apresiasi tinggi kepada Dasawisma Jahe Merah 7 yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dan inovasi, termasuk dalam pengembangan produk olahan jahe merah yang berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga.

“Ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi bentuk penghargaan atas kerja keras kader yang tanpa lelah membina masyarakat,” tambahnya.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir

Benny juga berharap hasil penilaian ini dapat menjadi masukan konstruktif sekaligus menjadikan Dasawisma Jahe Merah 7 sebagai percontohan bagi kelompok lain di Sijunjung.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, menegaskan bahwa Dasawisma merupakan garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Dasawisma, berbagai program menyentuh langsung masyarakat, mulai dari gotong royong, pendidikan, kesehatan, hingga percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

Ia juga memaparkan berbagai inovasi unggulan yang telah dijalankan, di antaranya digitalisasi pendataan melalui sistem SIDADU, gerakan sosial berbasis masyarakat seperti GEPREK TUNA, hingga penguatan ekonomi keluarga melalui pembinaan UMKM dan program UP2K.

Tak hanya itu, upaya penanganan stunting juga menjadi fokus utama melalui berbagai inovasi sanitasi dan kesehatan. Berdasarkan data tahun 2025, angka stunting di Kabupaten Sijunjung tercatat berada di angka 14,5 persen.

Kemudian, Ketua Tim Penilai, Ny. Dianita Maulin Vasco, mengatakan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan implementasi nyata dari 10 Program Pokok PKK di tengah masyarakat.

“Penilaian ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin melihat sejauh mana program benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran PKK dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, serta pembinaan karakter anak sejak dini.

“PKK harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Pengawasan terhadap anak sangat penting demi masa depan generasi,” tegasnya.

Dengan berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan, Dasawisma Jahe Merah 7 diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motor penggerak bagi peningkatan kesejahteraan keluarga di seluruh wilayah Kabupaten Sijunjung. (Dicko)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.