Megibung, Acara Makan Bersama Sambil Duduk Lesehan di Desa Aala Abuan Bangli

Jurnal Sumbar

JURNAL SUMBAR | Bali – Bila di Sumatera Barat ada tradisi makan Bajamba, yaitu duduk lesehan bersama dalam satu ruangan, maka di Bali pun seperti di Desa Sala Abuan Bangli ada tradisi seperti itu yang dinamakan Megibung.

“Megibung adalah acara makan bersama sembari duduk lesehan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan,” jelas Bendesa Adat Desa Sala Abuan, Ir I Ketut Kayana ketika menjamu makan wartawan dari Korea Selatan dan PWI Pusat serta PWI Bali, Minggu, (3/11/2019).

Kegiatan makan bersama ini, lanjut Ketut Kayana, dijalankan oleh masyarakat dengan saling berbagi tanpa memandang latar belakang seseorang. Tradisi Megibung ini biasanya diselenggarakan  saat ada upacara adat dan keagamaan di pulau Bali.

PERANTAU SIJUNJUNG

“Saat acara Megibung berlangsung, orang-orang duduk dan makan bersama, saling berbagi satu dengan lainnya sembari berdiskusi dan menjalin tali persaudaraan,” ucap Bendesa Adat Desa Sala Abuan.

Megibung berasal dari kata ‘gibung’ yang mendapat awalan me-(melakukan suatu kegiatan). Gibung berarti kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang bersama-sama.

Hadir dalam acara Magibung tersebut, tokoh desa adat yang biasa disebut Penglingsir, Guru Labda (tokoh spiritual), Pemangku( Pinandita), Prajuru (pemimpin /pengurus Desa Adat Sala), Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi didampingi 2 Direktur CAJ PWI Bob Iskandar dan Dar Edi Yoga, serta para pengurus PWI Bali. DEY

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.