BREAKING NEWS; Ahli Temukan Rahasianya, Ternyata Virus Corona Memiliki Kelemahan

315

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Beberapa waktu lalu, seorang dokter hewan dan ahli virus, drh. Moh. Indro Cahyono membongkar soal kelemahan virus corona.

Dalam tayangan di kanal YouTube Official iNews (29/3/2020), drh. Indro mulanya menyebutkan bahwa virus ini sangat mudah menyebar antar manusia.

Meski demikian, menurutnya Covid-19 belum tentu menimbulkan kematian.

“Jika menular dari manusia ke manusia lain, belum tentu menimbulkan kematian, Covid-19 tidak berhubungan dengan kematian,” ungkap dr. Indro seperti dilansir Sripoku.

Lebih lanjut, menurutnya orang yang meninggal saat terinfeksi Covid-19 sebelumnya telah memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik atau ada masalah dalam kekebalan tubuhnya.

“Sebagian besar yang terinfeksi virus ini bisa sembuh dan selamat,” ujarnya.

“Yang meninggal sebagian besar itu berada di dalam kelompok risiko tinggi. Berarti punya gangguan untuk memproduksi antibodi, bisa jadi karena usia, komplikasi penyakit atau sakit pernapasan bawaan,” tambahnya.

Selanjutnya, drh. Indro membongkar kelemahan yang bisa membuat Covid-19 mati.

1. Covid-19 disebut akan hancur dengan pelarut lemak

Pemerintah saat ini menganjurkan untuk rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan ya.

Ternyata, sabun dan berbagai pembersih rumah tangga ampuh hancurkan virus corona.

“Kelemahannya adalah virus ini sangat mudah dihancurkan oleh berbagai pelarut lemak, termasuk sabun, semua peralatan rumah tangga bisa dipakai menghancurkan virusnya,” jelas drh. Indro.

2. Virus corona tak bisa bertahan lama di suhu panas

“Iklim di Indonesia itu 26 – 30 derajat celsius, virus itu akan ada di udara selama maksimal 3 menit pada suhu 20 – 25 derajat (celsius). Sehingga di suhu kita, pas siang-siang, virus itu nggak akan bertahan lama dari 1 menit,” ungkapnya.

“Kelemahannya adalah virus ini sangat mudah dihancurkan oleh berbagai pelarut lemak, termasuk sabun, semua peralatan rumah tangga bisa dipakai menghancurkan virusnya,” jelas drh. Indro.

Menurutnya masalah suhu ini bisa menjelaskan mengapa Italia dan New York memiliki kasus Covid-19 yang sangat banyak, karena suhu di wilayah tersebut tak seperti di Indonesia.

“Di Itali suhunya 6 derajat, sementara virus ini bisa bertahan selama 3 jam di lingkungan pada suhu 10 – 15 derajat (celsius),” tukasnya.

3. Virus corona bisa dinetralkan oleh antibodi

“Virus hanya bisa dinetralkan oleh antibodi dalam tubuh kita sendiri. Dan antibodi itu akan diproduksi oleh tubuh kita selama tujuh hari sesudah paparan awal. Di hari 14 antibodinya makin banyak dan bisa menetralkan virusnya,” jelas drh. Indro.

Lebih lanjut, drh. Indro menjelaskan bahwa memori antibodi soal virus ini akan tersimpan selama 30 tahun.

Sehingga jika suatu hari seseorang akan terkena Covid-19, antibodi langsung bekerja dan dalam dua hari bisa sembuh.sumber;harian indonesia.id