Wabah Covid-19 Akibatkan Sepi Pembeli, Pedagang Putu Kambang Menggerutu

236

JURNAL SUMBAR | Padang — Kue tradisional masyarakat Lengayang sebagai warisan kuliner Rang Kambang tempo dulu, sejak pelarangan berkumpul beberapa waktu lalu, pada Sabtu (28/3/2020) mengalami sepi pembeli.

“Korona, korona juo kecek urang-urang gadang ko (kata para pejabat ini–red) lah langang balai Pasa Kambang (Sudah sepi Pasar Kambang–red), indak ba jua bali awak do,, (tidak berjual beli–red),” ujar Ema Sikumbang saat dijumpai IndonesiaSatu.co.id, Sabtu (28/3).

Seperti diketahui sejak pelarangan berkumpul akibat wabah Covid-19 ekonomi masyarakat bawah menjadi lesu, tak terkecuali di Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan. Hal tersebut dirasakan Ema Sikumbang yang selalu setia didampingi suaminya Murai.

“Balai Sabtu langang, balai Raba’a langang dan balai Kamih langang (setiap pekan di Kecamatan Lengayang sepi–red), ka manga lah awak lai ko (mau mengapa kita lagi-red)” ungkap Ema ini.

Sebenarnya, kata Ema, dikampung-kampung tidak usah ada pelarangan berkumpul, karena masyarakat nagari berputar sekitar mereka saja. Akibat pelarangan itu, kampung-kampung sepi.

“Tolong pak wartawan normalkan kembali kondisi ini, hidup ini harus optimis. Lihat saya, saya tahu orang sepi, tapi kalau tidak berusaha mau makan apa,” ujar Ema. (Agusmardi)