Meski Nihil Covid-19 di Sijunjung, Warga Diminta Solit Menjaga Situasi dan Petugas Tetap Siaga Satu..!

743

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Update data pada Senin, 27 April 2020, kasus corona virus (Covid-19) di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, masih nihil. Meski begitu, seluruh puskesmas hingga petugas kesehatan rumah sakit diperintahkan tetap siaga satu. Warga jangan panik, tetap mengikuti arahan/ intruksi pemerintah.

Hal ini ditegaskan Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, dalam keterangan persnya di Balairung Lansek Manih, Komplek kantor bupati, Muaro Sijunjung, pada Senin (27/4/2020). Terkait perkembangan situasi terkini di Kabupaten Sijunjung menghadapi wabah Covid-19 (Corona).

“Berdasarkan data yang masuk, sampai sekarang korban yang dinyatakan positif dalam kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung masih nol (0). Sementara total ODP dan PDP telah mencapai 5.099 orang,” ujar Yuswir Arifin, didampingi Sekdakab, Zefnihan, serta dihadiri sejumlah kepala OPD terkait.

Maka dari itu semua stake holder bersama masyarakat diminta tetap solit menjaga situasi, batasi akses sosial sampai kondisi nanti dinyatakan stabil. Bila ada orang baru datang dari luar, harus mengikuti proses karantina selama 14 hari.

Guna memutus matarantai penularan juga telah difungsikan dua pusat (tempat) isolasi, yakni di RSUD Sijunjung, Gedung SKB. Didukung fasilitas cek kesehatan di daerah perbatasan, serta posko cek point PSBB di sejumlah titik rawan.

Diungkapkannya, penularan virus Corona saat ini memang sangat mengkhawatirkan, namun rasa kecemasan jangan sampai berlebihan. Melainkan semuanya dapat diantisipasi dengan cara membatasi akses sosial, serta perbanyak berdiam di rumah jikalau tidak ada urusan penting.

Seiring dengan diberlakukannya status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terhitung sejak 22 April lalu hingga 5 Mei mendatang.

“Bagi petani yang hendak ke ladang, ke sawah, seyogyanya tetap dapat dilakukan. Karena itu justru penting guna membiayaai kebutuhan hidup keluarga. Cuma saja akses sosial seperti biasa perlu dibatasi,” jelasnya pula.

Selanjutnya Sekdakab Sijunjung, Zefnihan, juga menjelaskan soal program pendistribusian bantuan bagi warga terdampak wabah virus Corona. Dimana sejak diberlakukannya lock down, berlanjut ke PSBB, membuat ekonomi masyarakat mengalami paceklik. Sebab itu pihak pemerintah telah merencanakan program pemberian bantuan. Selain warga masyarakat berstatus penerima program keluarga harapan (PKH).

Program bantuan yang diturunkan yakni berasal dari Kemensos, Kemendes, ditambah alokasi dana APBD setempat. Sesuai data jumlah keseluruhannya mencapai 13.000 KK, diluar masyarakat PKH. Dari total masyarakat yang masuk kategori layak menerima bantuan dalam musibah Covid-19 saat ini mencapai 23.214 KK.

“Pemkab Sijunjung sendiri juga telah mengalokasikan anggaran APBD sekitar Rp22 milliar untuk menghadapi bencana ini, namun sifatnya berupa dana cadangan,” tegas Sekdakab.anton
editor;saptarius