Walinagari Koto Tinggi Dharmasraya Sesali Atas Pengeroyokan Terhadap Warganya yang Berujung Maut

1195

Kediaman korban tak jauh dari kantor Walinagar Koto Tinggi Dharmasraya. foto eko

JURNAL SUMBAR | Dharmasraya – Peristiwa meninggaalnya seorang pemuda di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, yang menjadi korban penganiyaaan dan pengeroyokan pada Minggu (21/6/2020) lalu, sungguh memprihatinkan sekali dan disesali Walinagari Koto Tinggi, Andesra.

Kepada eko kontributor Jurnalsumba.Com, Walinagari Koto Tinggi, Andesra, pada Kamis (25/6/2020), menyesali persoalan yang berujung maut itu.

“Sebagai pemimpin di nagari, kami sungguh sedih dan prihatin atas kejadian tersebut. Apalagi korban Dani Kumara yang berumur 23 tahun, tinggalnya tidak jauh dari kantor Wali Nagari Koto Tinggi,”jelas Walinagari.

“Awalnya saya sendiri tidak tahu peristiwa atau kronologis kejadian itu. Barulah saya tahu, ketika salah seorang Anggota Polsek Sungai Rumbai memberithukan kepada saya melalui telepon seluler menyebutkan ada warga pak wali meninggal dunia di RSU Sungai Rumbai diduga kasus penganiyaan. Itulah saya terkejut mendapat informasinya,” ceritanya.

Ia menyayangkan kasus itu. “Kejadian ini mungkin tidak bisa terjadi kalau kita saling komunikasi dan musyawarah antar kedua belah pihak, tentang apa yang sebenar terjadi”.

“Bukan main hakim sendiri atau keroyoan. Kerana negara kita ini adalah negara hukum. Setiap masalah bisa diselesaikan dengan diadakan pertemuan untuk mencarikan jalan solusi dengan arif dan bijak,” sambungnya.

Ia juga mengatakan, karena kasusnya sudah ditanganni penyidik dari Polres Dharmasraya.

“Kita menunggu prosesnya sesusai dengan hukum yang berlaku. Kita berharap kedepannya peristiwa ini tidak terulang lagi dan mari kita bersama sama saling menjaga kerukunan dan menjalin persatuan, menjalin tali persaudaraan demi anak cucu kita nantinya,” ucap Andesra mengakhiri perbincangannya. eko