Ada Jembatan Pelangi di Kawasan Wisata Pantai Alternatif Muaro Kandis Punggasan Pessel Sumbar

1931

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Waw.., Nagari Muara Kandis Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini menjadi kawasan wisata pantai alternatif di Pesisir Selatan. Muara sungai pasca dinormalisasi akibat abrasi, kini menjadi danau cantik. Dan, bertambah cantik dengan dibangunnya jembatan pelangi oleh pengelola BUMNag setempat.

Pada Sabtu (4/7/2020) sore, Bupati Hendrajoni pun meresmikan pembukaan objek wisata Jembatan Pelangi Muaro Kandis Punggasan. Bahkan Hendrajoni menjanjikan jembatan permanen yang bisa dilewati perahu selaju sampai. Dan juga dijanjikan sarana prasarana pendukung wisata lainnya.


Bupati Hendrajoni meresmikan objek wisata itu

Selain panorama pantai nan cantik, objek wisata Jembatan Pelangi itu juga menyediakan perahu bebek bagi pengunjung yang ingin bermain di wahana air, dan juga banyak permainan lainnya. Di sana, pengunjung juga bisa beli ikan super segar hasil tangkapan nelayan, dan ikan kering olahan nelayan dengan kualitas terbaik.

“Saya merasa senang dan bangga ikut membantu percepatan penanganan bencana abrasi di Muaro Kandis Punggasan. Tahun 2013/2014, saya bantu dengan pemberitaan di surat kabar. 2015, saya sebagai tim sukses membawa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Irwan Prayitno – Nasrul Abit ke sana. Bapak Irwan Prayitno meresponnya dengan menelpon Kepala Dinas PSDA Sumbar, Bapak Ali Musri, supaya penanganan abrasi di Muara Kandis menjadi perioritas,”ujar Novermal Yuska,SH,MH anggota DPRD Pesisir Selatan dalam akun facebooknya.


Objek wisata yang indah dan cantik

“Alhamdulillah, janji Bapak Irwan Prayitno ditunaikan pada tahun 2017 dengan kegiatan menyatukan aliran sungai yang bercabang dua tersebut, dan lanjut tahun 2018 dan 2019 dengan pembukaan dan perkuatan mulut muara sungai lama. Juga dibangun jalan inspeksi menuju mulut muara sungai. Dan, kini bekas abrasi itu menjadi danau yang indah,”kata politisi PAN itu.

“Pada tahun 2018, dua unit rumah nelayan hancur lagi dihantam gelombang abrasi. Saya minta bantuan Ibu Lisda Hendrajoni, dan pembangunan kembali dua unit rumah tersebut dibantu dengan program sosial Yayasan Dunsanak Mambantu Dunsanak”.

Rumah nelayan yang diperbaiki

“Tahun 2018, saya meminta Bapak Hendrajoni datang ke Muara Kandis Punggasan. Saya meminta dukungan penanganan kawasan pantai yang juga porak-poranda kena abrasi yang sudah diprogramkan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Kementerian PUPR. Alhamdulillah, akhir tahun 2018 langsung dikerjakan, dan lanjut lagi di tahun 2019,”kata Novermal mengisahkan.

“Melihat banyak rumah nelayan yang hancur, Bapak Hendrajoni memasukan program pembangunan rumah nelayan ke Muara Kandis, dan alhamdulillah sudah terealisasi sebanyak 50 unit. Semua nelayan yang rumahnya hancur kena abrasi diberi rumah baru, dan sisanya untuk nelayan miskin”.

“Kini satu persoalan lagi yang menjadi PR bersama di Muaro Kandis dan sekitarnya, yaitu masih maraknya Lampara Dasar (Pukat Harimau Mini) dari Air Haji yang merusak ekosistim dan lingkungan pantai. Persoalan illegal fishing ini telah berakibat pembakaran kapal-kapal Lampara Dasar oleh nelayan setempat, dan juga pernah terjadi “perang” di tengah laut”.

“Saya sudah memfasilitasi penyelesaian illegal fishing ini dengan berkoordinasi dengan DKP Provinsi Sumbar dan DKP Kabupaten Pesisir Selatan. Alhamdulillah, tahun 2019, dialokasikan anggaran untuk penggantian alat tangkap kapal-kapal Lampara Dasar. Tapi program ini gagal direalisasikan karena para pemilik kapal Lampara Dasar meminta bantuan berupa uang, sementara pemerintah hanya bisa membantu berupa alat tangkap,”papar owner Jurnalsumbar.Com itu.

“Untuk pemberantasan illegal fishing ini, saya juga meminta TNI AL membuka Pos AL di sana. Saya bersama Komandan Satrol Lantamal II Padang, Bapak Kolonel Laut Joko Triwanto bersama anggota, dan tim Pemkab Pessel meninjau lokasi untuk Pos AL, dan Muara Air Haji sangat strategis untuk didirikan Pos AL. Lantamal II Padang sudah menyurati Pemkab Pessel meminta hibah tanah dan bangunan untuk Pos AL, tapi belum terealisasi karena masih terkendala status tanah yang diinginkan tersebut masih belum jelas”.

“Kemaren waktu peresmian objek wisata Muara Kandis, saya berbisik lagi dengan Bapak Hendrajoni, supaya di sana didirikan Pos Polair. Supaya illegal fishing di sana tidak ada lagi, dan kalau masih ada yang nekat, bisa ditindak tegas dengan cepat. Saya juga berbisik supaya penggantian alat tangkap kapal-kapal Lampara Dasar tersebut dialokasikan lagi, supaya nelayan-nelayan tersebut bisa melaut lagi dengan legal”.

“Dalam mengadvokasi persoalan abrasi dan illegal fisshing di Muara Kandis Punggasan, saya mendapat dukungan dan kerja sama yang baik dari Walinagari Muara Kandis Punggasan, Bapak Helkamsi (Wali Kutai), Sekretaris Nagari, Bapak Anjas, dan beberapa tokoh masyarakat Muara Kandis, salah satunya Bapak Datuk Nurpin, serta Camat Linggo Sari Baganti. Yang mengajak saya ke Muara Kandis Punggasan adalah Da Itit Pasar Punggasan, pak Azhari Koto Langang dan pak Asis Balah Rambahan,”papar Novermal.

“Semoga kerja sama yang baik ini bisa menjadikan Muara Kandis Punggasan menjadi perkampungan nelayan yang sejahtera lagi dan moderen,”tambahnya.*