Sikucua Timur Harapkan Pengembangan Puncak Letter W

211

JURNAL SUMBAR | Sikucua Timur – Nagari di ujung Timur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman ternyata punya pesona terpendam. Nagari itu punya Air Terjun Langkuik Tigo Tingkek Batu Dindiang, punya pemandian- pemandian alami hingga pemandangan eksotis ke Danau Maninjau.

“Sikucua Timur punya Puncak Letter W. Dari puncak ini terlihat keseluruhan Danau Maninjau. Sungguh indah pemandangannya Pak Leo,” ujar Walinagari Sikucua Timur, Jendri kepada Anggota DPD RI yang berkunjung ke nagarinya Senin, 15 Februari 2021.

Kepada Leonardy, Jendri mengatakan potensi pariwisata di daerahnya tengah disiapkan. Jalan ke Puncak Letter W telah bersih. Hanya saja butuh izin dari BKSDA Provinsi Sumbar. “Ini yang ingin kami mintakan bantuan kepada Bapak Leonardy agar izin bisa segera didapatkan agar objek wisata ini lebih cepat dikembangkan,” harapnya.

Ditambahkan Sekna Hendra Putra bahwa izin pemanfaatan hutan lindung yang dilalui menuju objek wisata itu telah dikantongi. Tinggal pengembangan objek wisata di puncak saja yang butuh izin khusus dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar, karena di sana termasuk hutan konservasi.

“Jalur pendakian melewati hutan lindung yang sudah ada izinnya. Kini kita butuh izin pemanfaatan lahan untuk pendakian kepada BKSDA. Dengan adanya izin tersebut, jalur pendakian bisa dibuat lebih bagus. Kami berharap dukungan Bapak agar kami bisa mengantongi izin ini secepatnya,” ujarnya berharap.

Hendra menegaskan, saat ini jalur pendakian dibuat oleh masyarakat secara swadaya. Dan sudah lama sebenarnya objek ini diketahui banyak orang namun promosi terkait objek belum begitu massif. Apalagi jaluar komunikasi dan informasi dari dan ke Nagari Sikucur Timur sangat minim. Sehingga belum banyak yang tahu eksotisme yang terpendam di nagari yang banyak menghasilkan pisang, pinang, kulit manis, madu hutan dan kelapa itu.

Soal potensi, ujar Hendra objek tersebut jangan ditanya lagi. Capek dalam perjalanan mendaki ke puncak selama kurang lebih 4 jam akan sirna begitu tiba di Puncak Letter W. Puncaknya yang cukup datar itu bisa jadi tempat rehat yang nyaman.

Pemandangan ke arah Danau Maninjau sangat menawan. Tak jemu mata memandang. Ke hamparan Danau Maninjau. Pengembangannya, nanti bisa dijadikan areal kemping, trekking, flying fox hingga paragliding. “Jadi kami berharap sangat terhadap pengembangan potensi pariwisata nagari kami ini,” harapnya.

Camat V Koto Kampung Dalam Vemi Tulalo dan Kapolsek V Koto Kampung Dalam AKP Kasman pun menyuarakan hal yang sama. Mereka pun gembira dengan potensi bagus nagari itu dan menyatakan siap turut serta dalam upaya merealisasikan hadirnya objek wisata itu.
Baik Camat maupun Kapolsek sama-sama menyemangati Walinagari, Bamus, walikorong, perangkat, staf dan elemen masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu bahwa sangat tepat mereka mengungkapkan harapan dan aspirasi mereka kepada Senator Leonardy.

Mereka optimis, produk-produk Sikucua Timur yang kini dioper dalam bentuk mentah bisa dijadikan berbentuk produk olahan. Minimal produk setengah jadi sehingga nilai ekonominya meningkat.

Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH menyambut baik harapan Walinagari, Sekretaris Nagari dan elemen masyarakat di Nagari Sikucua Timur untuk mempunyai objek pariwisata yang diharapkan dapat menopang kehidungan mereka. Leonardy menilai, pemilihan pariwisata sangatlah tepat.

“Multiflier effect-nya sangat tinggi. Banyak dapur yang bisa hidup dari pariwisata. Pariwisata yang dikelola oleh Bumnag akan mendatangkan keuntungan bagi nagari. Bahkan bisa mendanai kegiatan dan program yang tidak boleh dibiayai dengan dana desa,” ujarnya.

Pariwisata nantinya bisa mengangkat produk-produk yang dihasilkan masyarakat nagari itu. Biasanya produk pertanian lansung dijual ke pedagang yang mengambil produk lansung ke petani-petani di Sikucua Timur.

“Nanti dengan berkembangnya pariwisata di daerah ini, pisang dijadikan produk olahan yang dijual kepada pengunjung. Bisa juga pisang diolah setengah jadi dulu seperti difrozen lalu pembeli bisa menggorengnya sendiri di rumah mereka. Lebih tahan dalam dan bisa dibawa ke tempat yang jauh,” ulasnya.

Terkait masalah dukungan untuk pengembangan pariwisata ini, Leonardy menyarankan Walinagari bisa mengajukan usulan ke Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). “Pak Wali buat proposal dan ajukan ke Kemendes PDTT. Nanti akan kita dorong agar segera mendapat perhatian dari Menteri yang merupakan mitra kerja dari Komite I DPD RI,” jelasnya Leonardy.

Leonardy mengatakan agar lebih cepat diperhatikan, proposal dibuat setelah izin-izin terkait didapatkan. Objek pariwisata tersebut dikelola Bumnag. Lewat Bumnag ini nagari bisa melakukan penyertaan modal untuk pengembangan awal dan setelah itu dimintakan pengembangan selanjutnya kepada Kemendes PDTT.

“Sikucur Timur bisa mencontoh pengembangan objek wisata Green Talao Park yang dikembangkan oleh Nagari Ulakan. Awalnya dikembangkan dengan Dana Desa lewat penyertaan modal ke Bumnag. Objek itu kemudian mendapat bantuan dari Kemendes Rp1,3 miliar,” ungkapnya.

Walinagari beserta perangkat dan tokoh masyarakat setempat dimotivasi Leonardy untuk memanfaatkan program kerjasama antara Kemendes PDTT dan Kemenkominfo. Program ini nantinya bisa mengentaskan keterbatasan komunikasi dan informasi di Sikucua Timur.

Nantinya setelah lancar nantinya, produk-produk di Sikucur Timur bisa dipromosikan atau dijual secara online. Madu hutan di sini bisa dipesan oleh orang dari daerah lain. Objek pariwisata di sini pun bisa dipromosikan secara online dan lebih baik lagi dari yang sekarang.

“Manfaatkan program ini sebaik mungkin untuk memperlancar komunikasi dan informasi di sini. Cuman Pak Wali menyediakan lahan milik nagari seluas 300 meter persegi yang nantinya akan dibangun tower, bangunan, genset fasilitas pendukungnya oleh Kemendes PDTT dan layanan telpon dan data disiapkan oleh Kemenkominfo,” pungkasnya. (*)