Digitalisasi Koperasi, KPRI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar MoU dengan PT Invelli Solusindo

488

JURNAL SUMBAR | Padang – KPRI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar lakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Invelli Solusindo dalam rangka Digitalisasi Koperasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (6 /9/ 2021).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) itu dilaksanakan di Kantor KPRI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar yang dilakukan Ketua KPRI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar H. Ell Yawardi, SE didampingi oleh Sekretaris Rifai, SE. MM dan Bendahara Delmi, BSc.

Pada kesempatan tersebut H. Ell Yawardi , SH menyampaikan bahwa beberapa tahun yang lalu KPRI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar sesungguhnya sudah menginginkan Digitalisasi, tetapi masih belum terlaksana karena belum mendapatkan vendor Perusahaan Jasa IT Digitalisasi yang kompeten dan harapan kami dengan kerjasama dengan PT Invelli Solusindo ini.

“Digitalisasi Koperasi ini segera terwujud dan dapat direalisasikan pada Koperasi kami ini, kami melihat fitur fitur Digitalisasi yang ditawarkan oleh PT Invelli Solusindo lebih lengkap dan modern dan mudah digunakan oleh semua Anggota kami khususnya yang aplikasi Mobile Banking Cardlez,”ucap H. Ell Yawardi, SH.

Ia juga menambahkan, bahwa Digitalisasi tersebut adalah sebuah jawaban atas perkembangan teknologi digital yang di jawab oleh KPRI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar di era kekinian modern ini dan akselerasi Implementasi Digitalisasi Koperasi ini juga menjawab masukan dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, H. Audy Joynaldi pada agenda RAT yang lalu dimana menurut Wagub agar Koperasi juga menerapkan system IT dan terdigitalisasi .

Sedangkan PT Invelli Solusindo pada saat penandatanganan PKS diwakili oleh Yosi Afianto, S.Si selaku Business Development Director. Menurut dia, di era revolusi industri 4.0 maka Digitalisasi merupakan keniscayaan bagi setiap entitas badan usaha sehingga entitas entitas terkait tersebut mampu berdaya saing (competitiveness) dan tidak digilas iklim perubahan bisnis yang berubah begitu sangat cepat dan massif di mana hampir semua sektor usaha mengalami perubahan pola bisnis menjadi bisnis yang online yang real time yang terdigitalisasi. Efek disruptif akan sangat dirasakan oleh entitas usaha yang lambat dalam merespon Digitalisasi dan tentu yang unggul sebagai the winner adalah entitas yang sudah masuk ke ranah Implementasi Digitalisasi.

Selain itu menurut Yosi Afianto, S.Si, dengan adanya Pandemi Covid 19, maka pola perilaku konsumen semua serba berubah, transaksi non tunai pun menjadi pilihan dikarenakan begitu ketatnya Prokes dalam bertatap muka dalam berbisnis atau bertransaksi sehingga dengan adanya Pandemi Covid 19 maka telah terjadi akselerasi Implementasi Digitalisasi hampir di semua sektor usaha bahkan disimpulkan bahwa Digitalisasi merupakan solusi efektif bagi setiap entitas badan usaha untuk agar tetap dapat bertahan di masa Pandemi bahkan semakin berkembang dan maju untuk masa yang akan datang.

Yosi Afianto, S.Si, juga menyampaikan bahwa PT Invelli Solusindo merupakan perusahaan IT Digitalisasi yg kompeten dan ahli di sektor IT Microfinance meliputi Bank Umum, BPR & Koperasi.

“Khusus untuk Digitalisasi yang sudah di PKS kan ini, kami menyediakan Aplikasi Core System Koperasi (Microsys) sehingga semua Pembukuan Transaksi secara Real Time Online yang terkoneksi ke Neraca & Laporan Keuangan Koperasi yang juga secara Real Time Online dan Akurat, selain Core kami menyediakan Aplikasi Mobile Koperasi (Cardlez) sabagai Mobile Banking Android. Khusus fitur fitur Cardlez kami sudah lengkap dan super canggih meliputi ” multi biller, multi e-wallet, multi payment, e-commerce dan media promosi serta Anggota Koperasi secara Real Time dapat melihat Posisi Saldo Simpanan serta Sisa Outstanding Pinjaman, sehingga Koperasi yang sudah terdigitalisasi dengan kami ini sudah sama dan setara dengan Bank, selain itu kelebihan kami adalah adanya fitur Loan Origination System (LOS) dimana pengajuan pinjaman oleh Anggota Koperasi secara Online melalui Cardlez dan sudah dilengkapi dengan Credit Scoring System,”demikian disampaikan Yosi Afianto diakhir sesi tanyajawab.es