Peringatan Hari Santri 2021, Enam Pendiri Ponpes Ababil Lunto Terima Penghargaan

169

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Santri 2021 di Kota Sawahlunto dipusatkan di Pondok Pesantren Ababil Lunto, Jumat (22/10). Kendati masih suasana pandemi, upacara berjalan lancar dan khitmat serta juga dihadiri Kepala dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Kabag Kesra, Camat Lembah Segar, Kapolsek, Ketua BAZNAS beserta pimpinan Ormas Islam.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta selaku inspektur upacara dalam amanatnya mengatakan, peringatan hari santri tahun ini mengangkat tema, “Santri Siaga Jiwa Raga,”.

“Tema ini mengandung makna, santri Indonesia menyatakan siap siaga menyerahkan jiwa raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan dan mewujudkan perdamaian dunia,” ujarnya membacakan amanat Menag RI.

Selanjutnya “Siaga Jiwa” menunjukkan santri tidak lengah menjaga kesucian hati, akhlak, berpegang teguh pada aqidah, nilai dan ajaran islam “Rahmatan lil ‘Alamin” maupun tradisi luhur bangsa Indoenesia.

“Siaga Raga berarti badan, tubuh, raga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia,” sambungnya.

Disamping itu, Wako mengingatkan agar santri tetap menjaga protokol kesehatan dan tidak boleh lengah dengan kondisi bangsa yang sedang dilanda pandemi Covid-19.

Menutup sambutan Wako mengungkapkan, terbitnya Peraturan Presiden RI Nomor 82 tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren menjadi kado istimewa bagi kalangan pondok pesantren. Pasalnya, dana tersebut akan dialokasikan pemerintah dalam upaya peningkatan SDM pendidikan pesantren.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto Dedi Wandra menghimbau jajaran Ponpes Ababil Lunto sebagai satu-satu pondok pesantren Khalafi di Sawahlunto untuk menunjukkan kinerja, mutu dan kualitas.

Usai upacara, Wako menyerahkan piagam penghargaan dari Kemenag kepada dewan pendiri Ponpes Ababil Lunto yakni Alamsyah, Arfitriati, Yusnaldi, Nofri Hendra, Defi Gurita dan Irwan. fahmi