Lahirkan Generasi Islami, Wabup Sijunjung Hadiri Wisuda Tahfizh Qur’an SDIT Al-Hikmah Aur Gading Koto VII

1258

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kegiatan keagamaan merupakan wadah yang representatif untuk membentuk generasi qur’ani yang berakhlakul karimah dan memiliki kualitas kepribadian yang menjadi tambatan di keluarga serta ditengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sijunjung, Iraddatillah pada saat menghadiri wisuda tahfizd Yayasan Darul Faizah di SDI Tahfizh Al-Hikmah Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Rabu (23/3/22).

Pemkab Sijunjung, kata Wabup, senantiasa mendukung dan merespon positif atas apa yang disumbangkan oleh setiap lembaga pendidikan keagamaan, dimana peranannya terbukti ampuh dalam mencerdaskan kehidupan warga masyarakat dan mendorong peningkatan raihan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Ranah Lansek Manih.

Wakil Bupati Sijunjung, Radi yang akrab disapa, mengapresiasi para santriwan dan santriwati yang telah diwisuda tahfizh.

“Kepada anak-anakku yang diwisuda hari ini, jangan menjadikan wisuda ini akhir dari perjalanan, tapi ini adalah awal untuk lebih mendalami dan mempelajari ilmu Al Quran,” ucapnya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi momentum bagi anak-anak santri untuk lebih mencintai dan terus mendalami ilmu Al Quran.

“Saya percaya para santri bisa mengamalkan ilmu yang didapatkan dan saya yakin akan besar sekali manfaatnya baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Ketua Yayasan Darul Faizah, Ibnu Abas menyebutkan SDI Tahfizh diresmikan pada tanggal 11 Juli 2019. “Tidak terasa sudah memasuki empat tahun sekolah tahfizh ini berdiri, berdirinya sekolah ini tidak terlepas dari antusias masyarakat dalam pembangunan mulai dari sumbangan para donator serta sumbangan dari orang tua murid,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada tahun pertama berdiri ruangan belajar hanya ada dua lokal, dan sekarang sudah ada enam ruangan.

“Dari enam ruangan ini terdapat satu ruangan Kepala Sekolah dan Guru, satu ruang mushallah dan empat ruang belajar. Karena ruangan untuk belajar masih kurang, maka mushallah digunakan bagi anak-anak untuk mengikuti pembelajaran,” ungkapnya.

Ia berharap pada tahun 2022 ini bangunan lokal baru bisa terealisikan, sebab, belajar di mushallah dengan ruangan terbuka tidak efektif.

Kemudian, Kepala SDI Tahfizh, Syafaruddin mengatakan pelaksanaan wisuda tahfizh itu berdasarkan keputusan kepala sekolah SDI Tahfizh Al-Hikmah dan kepala RTQ Al-Hikmah Nomor : 421.2/105/III/SDIT-2022 tentang penetapan anam-nama wisudawan tahfizh Al-Quran angkatan I.

“Hari ini (red-Rabu) kita melakukan wisuda tahfizh sebanyak 69 orang yang terdiri dari SDI Tahfizh Al-Hikmah dan RTQ Al-Hikmah, diantaranya sudah memiliki hafalan Al-Quran 1 juz, 2 Juz, dan 3 Juz,” sebutnya.

Ia mengakui peminat belajar di SDI Tahfizh Al-Hikmah cukup tinggi. “Karena kita kekurangan lokal maka tahun ajaran baru ini cuma menerima 24 orang, untuk yang mendaftar sudah banyak. pada gelombang pertama saja yang mendaftar sudah ada 26 orang, belum lagi kalau dibuka gelombang kedua,” jelasnya.

“Alhamdulillah SDI Tahfizh Al-Hikmah banyak diminati oleh calon murid baru yang ingin menjadi penghafal Al-Quran, semoga cita-cita mulia ini dapat terlaksana dan dimudahkan oleh Allah SWT. Aamiin,” pungkasnya.dicko/wen