BKKBN Sumbar Sosialisasikan Percepatan Penurunan Stunting di Tanah Datar

157

JURNALSUMBAR | Batusangkar – Angka prevalensi stunting di Tanah Datar dewasa ini, berdasarkan SSGI tahun 2021 tercatat 21,5 persen dan di sumatera barat bertengger pada angka 23,3 persen sedangkan di Indonesia 24.4 persen.Untuk itu pemerintah dan masyarakat bersama menurunkan angka itu menjadi 14 persen sampai tahun 2024.

Hal itu dijelaskan Wabup Richi ketika membuka Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan BKKBN Sumatera Barat, Rabu (24/8) di aula SMAN Batipuh Kecamatan Batipuh Tanah Datar.

Wabup Richi, banyak faktor penyebab anak tumbuh menjadi stunting, mulai dari remaja putri yang anemia, pasangan usia subur yang tidak sehat, pelayanan terhadap ibu hamil tidak maksimal, pengetahuan masyarakat yang kurang, anak tidak dibawa ke posyandu, bayi tidak diberikan imunisasi, tidak menggunakan air bersih dan jamban sehat serta pola asuh yang tidak baik.

Dikatakan Richi, 1.000 hari pertama kehidupan harus menjadi perhatian bersama, karena periode ini merupakan periode emas untuk menghasilkan generasi penerus yang sehat dan cerdas.

Kegiatan pelayanan kesehatan yang bersifat edukasi dan tindakan pencegahan, merupakan upaya sangat efektif untuk mencegah stunting. Pencegahan stunting sangat tergantung pada perilaku individu, didukung kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan pemerintah, non pemerintah dan masyarakat pada umumnya.

Itu memerlukan suatu gerakan sistematis dan terus menerus untuk mendorong masyarakat agar berperilaku hidup sehat, terutama bagi ibu hamil agar anak tumbuh sehat,imbuh Wabup Richi,

Richi berharap melalui sosialisasi akan mampu meningkatnya kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat dengan cara membawa anaknya ke posyandu setiap bulan, memberikan imunisasi, kesehatan ibu hamil terpantau serta pola asuh tepat, guna mencegah stunting di masyarakat.

Di penghujung arahannya, wabup menyampaikan apresiasi atas diselenggarakan sosialisasi sebagai peran serta dan kepedulian bersama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Tanah Datar Luhak Nan Tuo.

Pada kesempatan itu juga H, Suir Syam anggota komisi IX DPR RI menyebutkan stunting ialah keterlambatan, dan ketertinggalan perkembangan pertumbuhan anak, baik fisik dan mental anak karena kekurangan asupan makanan yang kronis.Orang tuanya yang salah kalau ada anak mengalami stunting di Tanah Datar, tekan Suir Syam
sumringah seraya menyebutkan, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah karena pemerintah hanya mendukung.

Syuir Syam, bagi pasangan yang isterinya sedang hamil harus mendapatkan asupan gizi dan makanan yang cukup agar pertumbuhan janin sehat, karena asupan makanan dikonsumsi akan mengalir ke janin.

Sosialisasi stunting dihadiri Kepala BKKBN Sumatera Barat Fatmawati, Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah dan undangan lain – habede