Fikma Temu Akbar dengan Pelaku IKM Pessel, Ini yang Dibahas

129

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Temu Akbar Forum Industri Kecil Menengah (Fikma) Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan) pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) se Pessel, Selasa 2 Agustus 2022.

Temu Akbar yang digelar di Gedung Painan Convention Center (PCC) Painan.

Fikma Pessel menggelar temu akbar itu sebagai upaya daka membangkit semangat pelaku usaha IKM menuju kesuksesan secara bersama.

Selain ratusan pelaku IKM, temu akbar itu juga hadir Wakil Bupati Pesisir Selatan, Rudi Hariyansah.

Ketua TP PKK Ny. Titi Rusma Yul Anwar, Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi, Mimi Riarty Zainul, serta Pimpinan Bank Nagari Painan, Helfiyanti.

Ketua Fikma Pesisir Selatan, Okvina Juita mengaku, temu akbar pelaku IKM itu mereka gagas guna merangkul seluruh IKM.

Ia mengatakan, Pessel memiliki potensi industri yang luar biasa. Ribuan pelaku dari skala rumah tangga, kecil hingga menengah tersebar di 15 kecamatan.

“Namun, selama ini pelaku industri kecil dan menengah kita masih banyak yang bergerak sendiri-sendiri. Karena itu perlu diadakan sebuah pertemuan agar terjalin sinergi,” jelasnya.

Selain membangkitkan semangat berwirausaha, temu akbar itu juga guna membangun sinergi serta kolaborasi antar IKM dan mengidentifikasi potensi untuk mengaktif IKM di Pessel.

“Fikma Pesisir Selatan akan memiliki beberapa program kedepan. Dalam waktu dekat juga bakal menyelenggarakan sebuah kegiatan yang dinamai Fikma Akademi,” terangnya.

Dalam Fikma Akademi, mereka akan merancang sebuah pendidikan yang mengajak pelaku IKM Pesisir Selatan dari mikro industri rumah tangga, hingga kecil dan menengah untuk bersekolah kembali.

Program Fikma Akademi itu merupakan inkubasi bisnis bersama tim pengabdian Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang.

“Artinya, kita belajar secara teoritis dan melihat bagaimana prakteknya dan merefresh kembali untuk mendapatkan ilmu untuk menjadi pelaku IKM yang terus tumbuh karena tidak selamanya usaha mikro selamanya kecil, tapi bisa naik ke menengah dan besar,” ujarnya.

Wabup Dukung Semangat Fikma Pessel
Sementara, Wabup Pessel, Rudi Hariyansah mendorong para pelaku IKM untuk maju ke tingkatan yang lebih tinggi. Dari industri kecil bisa menjadi industri menengah bahkan skala besar.

Untuk realisasinya, tentu membutuhkan langkah cepat dan inovasi dalam berusaha. Menurut dia, yang hadir dalam kegiatan temu pelaku IKM itu adalah para CEO. Justru itu, perlu konsep dan strategi yang matang untuk mengembangkan usaha.

“Konsep bisnis itu sebenarnya mudah. Semakin kecil risiko maka semakin kecil pendapatan. Semakin besar resiko tentu makin besar pula pendapatannya,” katanya.

Ia berharap, pelaku IKM Pessel bisa naik kelas. Dari kecil maju ke menengah dan menjadi besar serta menjadi pelaku IKM yang saling membesarkan dan bekerjasama dalam ekosistem bisnis.

Bank Nagari Siap Bantu Pemodalan
Sementara, dalam mendukung permodalan usaha bagi para pelaku IKM itu, Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Helfiyanrika mengaku, Bank Nagari juga siap membantu dengan sejumlah program KUR dan akses permodalan yang dimiliki.

Bahkan, khusus bagi pelaku usaha skala kecil, Bank Nagari menyediakan pinjaman tanpa agunan maksimal senilai Rp10 juta.

Menurutnya, kemudahan untuk mendapatkan akses permodalan ini terbuka lebar. Untuk KUR sendiri total permodalan yang bisa dicapai sebanyak Rp 500 juta.

“Pelaku IKM dapat memanfaatkan akses permodalan itu. Alhasil tidak terjebak rentenir yang memperparah kesulitan IKM,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Fikma Pesisir Selatan menghadirkan pemateri yang memotivasi para pelaku IKM.

Salah satunya, Muhammad Fadli atau lebih kerap disapa Ajo Wayoik yang juga Dosen dari Isi Padang Panjang itu.(Re)