Alek Gadang Minang Singapura 2018, Ajang Silaturahmi dan Promosi

1961

JURNAL SUMBAR | Singapura – Persatuan Minangkabau Singapura, Sabtu, 15 Desember 2018
gelar Alek Gadang 2018 Masyarakat Minangkabau di Wisma Gelang Serai Singapura. Ini adalah ivent terbesar Persatuan Minangkabau Singapura sejak dibentuk tahun 1994.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta, terdiri dari Kampuang Minang dari pukul 10 pagi sampai dengan 4 petang, dilanjuti dengan acara Gala Dinner dengan hiburan dan penyerahan apresiasi kepada pihak pihak di Singapura yang telah bekerja sama dengan Persatuan.

Untuk Kampuang Minang, terdapat lebih dari 20 gerai yang menjual pakaian, kerajinan tangan, juga makanan.

Hadirin dihibur tari-tarian tradisi Minangkabau oleh penari dari Padang, Sumatra Barat. Juga ada demo Silek Minangkabau dari Persatuan Pencak Silat Talago Biru Cabang Padang dan pertunjukan atraktif Sandiwara Pakaba dari Ranah PAC, Padang dengan pimpinan S Metron Masdison yang mengisahkan pertempuran tukang kaba untuk mencari pemenang dari pada kumpulan pakaba.

Pada pukul 04:30 petang, tamu kehormatan Amrin Amin, Sekretaris Parlemen Kementrian Dalam Negeri Singapura tiba dan berkeliling melihat Kampung Minang ditemani Presiden Persatuan Minangkabau Singapura Marah Hoessein Salim dan Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network Global/Jaringan Perantau Minang Dunia, Burmalis Ilyas serta Laksama Muda TNI Purn Ardius Zainuddin selaku Dewan Penasehat MDN-G, Prof Dr Supyan Hussin, Direktur Institut Kebudayaan Melayu, University Kebangsaan Malaysia yang merupakan wakil dari Tan Sri Rais Yatim, Yusof Ahmad, Marine Parade Community Centre dan Ketua Asosiasi Peminat P Ramlee sebelum dijemput oleh tari persembahan khas Minangkabau untuk duduk di meja VIP.

Turut hadir adalah wakil dari masyarakat Minangkabau Indonesia seperti Pembina MDN-G yang diwakili oleh Hj. Sylvia Djardjis Husman, Yenny Nurdin dan kawan-kawan dari Indojalito, Nirna dan kawan-kawan dari Arisan Ibu-ibu Ajojo, Novianti Syahrudidin Wakil Bendahara DPP IKM (Ikatan Keluarga Minang), Dr. Aragar Putri Deli dan Revi Andri dari Gebu Minang dan Masyarakat Minangkabau Malaysia.

Amrin Amin memberikan sambutannya atas acara Alek Gadang dan dilanjutkan dengan peluncuran buku “Sumbangsih Kehidupan Dato Hj Rosnani Jamil – Dari Sungai Geringging ke London”.

Selain disuguhi makanan khas Minangkabau, ada pula persembahan tari piring, silek Minangkabau, fashion show (designer dari Bukit Tinggi Alvy Oktrisini) , penyanyi penyanyi kenamaan dari Indonesia (Rhindy, Renima), Singapura (Tiesha yang merupakan cucu dari Dato Rosnani Jamil) dan Malaysia (Dato Nash dari band Lefthanded).

Acara ditutup dengan permainan KIM yang dipimpin oleh Nedi Gampo dan musisi Jon Paris yang didatangkan dari Minangkabau.

Harapannya acara Alek Gadang ini dapat dilakukan tiap tahunnya untuk mempererat tali silaturhami masyarakan Minangkabau di rantau. Acara ini terselenggara berkat dukungan semua pihak dan sponsor, baik dari Singapura, Malaysia maupun Indonesia.

Burmalis Ilyas mengapresiasi kegiatan seperti ini agar seni budaya dan kuliner Minang semakin go internasional dan diketahui oleh dunia internasional.

Diharapkan kolaborasi seperti ini bisa diterapkan ormas Minang di semua belahan dunia lainnya. “Barek samo dipikua ringan samo dijinjiang, basamo mako manjadi, duduak sorang basampik sampik, duduak basamo balapang lapang,” kata Burmalis Ilyas.

Burmalis Ilyas juga memuji peran pengurus Minangkabau Singapura dan panitia Alek Gadang 2018 Singapura seperti uni Viena Makarim, Ade Rangkoto, Efydiana, Aditijawarman,
Hasbullah, Kamaruizaman,
Herdawatie, Henny Mardiani dan kawan-kawan yang merupakan bagian dari Diaspora Minang Singapura yang aktif menjembatani silaturrahmi antara Minang Singapura dengan Minang Indonesia dengan mengundang semua organisasi Minang yang ada di Indonesia seperti Minang Diaspora Network Global, Indojalito, DPP IKM, Gebu Minang dan arisan Ajojo serta ormas Minang lainnya yang belun sempat hadir.

Sesudah acara Alek Gadang Singapura, Burmalis Ilyas dan rombongan dari Indonesia berkunjung ke RM Minang Singapura dan Sabar Menanti yang ada di Arab Street dekat Mesjid Sultan dan bertemu langsung dengan Pemilik RM Minang, Zubaidah Marlian dan Marulis pemilik RM Setia Menanti Singapura sambil memperkenalkan Minangkabau Card.

“Alhamdulillah kedua pemilik Rumah Makan tersebut bersedia memberikan diskon kepada Pemegang Minangkabau Card dari seluruh dunia,” sebut Burmalis bangga. Rilis