Segera Launching Gempar, Bawaslu Pessel Dorong Masyarakat Awasi Pemilu

505

JURNALSUMBAR | Pesisir Selatan – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Erman Wadison mengatakan, Gerakan Masyarakat Partispatif (Gempar) Rakyat Awasi Pemilu 2019 segera dilaunching di Pesisir Selatan.

Tujuan Gempar ini kata Erman, berguna untuk mendorong dan meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif untuk mengawasi pemilu tahun 2019 bersama-sama dengan rakyat.

“Kita menyadari bahwa pemilu serentak antara Pemilihan Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) merupakan tantangan yang sangat berat.  Dan tentunya perlu usaha pengawasan bersama dengan melibatkan masyarakat demi mewujudkan pemilu yang berkualitas,” tegas Erman saat memberikan arahan pada sambutan kegiatan Rapat Pengembangan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019. Jumat, (7/12/2018) di Saga Murni Hotel.

Dia menjelaskan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam pengawasan partispatif tersebut. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pada pasal 104 huruf F dimana Bawaslu Kabupaten Kota berkewajiban mengembangkan pengawasan pemilu partisipatif serta pada pasal 448 juga diatur bahwa pemilu dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat.

“Oleh sebab itu, melalui Gempar Rakyat Awasi Pemilu 2019 nanti, partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu di Pessel bisa meningkat,” tuturnya.

Sebelumnya, Erman bersama anggota Bawaslu Pessel, Kordinator  Divisi Penindakan Pelanggaran, Nurmaidi juga telah menjalin kordinasi dan kerjasama yang erat dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pengawasan partisipatif pemilu ini.

“ Ya, kemarin kita berkordinasi dengan kampus- kampus di Pessel, seperti Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) di Balai Selasa. Alhamdulillah pihak Kampus menyambut baik upaya Bawaslu Pessel dalam melaksanakan tugas dari seorang pengawas pemilu,” katanya.

Dikatakan, demi kesuksesan pengawasan partisipatif pemilu itu, jajaran pengawas pemilu ditingkat kecamatan juga diharapkan mampu melakukan hal yang sama serta membangun kordinasi dengan berbagai lini agar pelanggaran pemilu bisa dicegah dari dini sesuai tahapan yang berlangsung.

Berdasarkan Rilis dari Badan Pengawas Pemilu, Erman menyampaikan tingkat indek  kerawanan pemilu (IKP) sangat tinggi di tiga Provinsi di Indonesia. Indek kerawan tertinggi pertama adalah Papua Barat. Kedua, daerah istimewa Yogyakarta dan ketiga, Provinsi Sumatera Barat.

“Namun untuk 19 Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Barat, Pessel masuk kategori IKP yang sedang. Nah, supaya IKP ini tidak meningkat kita perlu gencar untuk bergerak bersama dalam pengembangan pengawasan partispatif pemilu 2019,” tukasnya.(Rega Desfinal)