Tangani Korban Kerusuhan Wamena, Minang Diaspora Dukung Kerja Keras Pemprov Sumbar

388

JURNAL SUMBAR | Jakarta – DR. Dino Patti Djalal selaku Presiden MDN-G (Minang Diaspora Network Global/Jaringan Perantau Minang Dunia) menyampaikan turut berbela sungkawa dan berduka cita dalam laman twitternya, atas jatuhnya korban warga Minang dan warga lainnya dalam kerusuhan Papua. Ia dan semua pengurus Minang Diaspora berdoa agar keadaan kondusif kembali dan keluarga besar nasyarakat Minang dan warga lainnya di Papua bisa beraktifitas kembali.

Terpisah, Burmalis Ilyas. MA. M.Si selaku Direktur Eksekutif MDN-G mengutarakan, MDN-G sudah melakukan Fundraising atas musibah ini melalui grup WA berkoordinasi dengan DPP IKM yg diketuai oleh DR. Fadli Zon yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI dan berbagai ormas Minang lainnya, seperti Indojalito Peduli dan lain-lain. Burmalis Ilyas mengajak para donatur untuk menyerahkan bantuannya melalui rekening DPP Ikatan Keluarga Minang di bank BRI 122301.01.000616.303. “Karena para korban di Wamena akan dibantu koordinasinya dengan pengurus DPW IKM Papua,” jelasnya.

Burmalis Ilyas juga mengajak para perantau/Diaspora Minang yang ada di luar negeri untuk melakukan Fundraising seperti JM3 (Jaringan Masyarakat Minang Malaysia), Minang Saiyo Sydney Australia, Minang Saiyo Melbourne Australia, Minang Singapura, Minang Vietnam, Minang Thailand, Minang Brunei Darussalam, Minang Eropa, Minang Jerman, Perantau Minang Belanda, Minang Amerika, Ikatan Keluarga Minang Qatar, Minang Mesir, Minang Kuwait, Minang United Arab Emirates, Minang Arab Saudi dan Timur Tengah lainnya, Minang Rusia, Minang New Zealand,  dan ormas Minang diberbagai belahan dunia lainnya.

Menurut informasi banyak warga Minang yang ingin meninggalkan Papua dan ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk itu MDN-G dan ormas lainnya meminta Pemprov Sumbar utk melakukan malam penggalangan dana dan meminta hari terjadinya kerusuhan sebagai hari berdukanya masyarakat dan perantau Minang Sedunia yg ditandai dengan pemasangan bendera setengah tiang di Sumbar.

Sesuai arahan Wagub Sumbar dalam rilisnya mengatakan bahwa kerusuhan Wamena bukanlah kerusuhan ethis dan mengajak masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang berbau ras dan diskriminasi bentuk lainnya.

Wagub Sumbar masih mendata siapa saja yang akan pulang ke Sumbar, yang bertahan di Wamena maupun yg akan pindah ke Jayapura atau kota terdekat lainnya.

Burmalis Ilyas dan banyak masyarakat Minang lainnya juga meminta Karni Ilyas untuk bisa menginisiasi diadakannya malam penggalangan dana untuk musibah Wamena ini sebagai bentuk solidaritas masyarakat Minang baik di Indonesia maupun diluar negeri.

Selain melalui rek DPP IKM Burmalis Ilyas menjelaskan kalau donasi juga bisa disalurkan melalui rek *Bank Nagari 2101.0210.07340-3 atas nama Sumbar Peduli Sesama* yang dibuat oleh Pemprov Sumbar.

Menurut informasi dari Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua Zulhendri Sikumbang, ada sekitar 327 keluarga perantau Minang di Wamena yang ingin pulang. “Kepedulian semua pihak sangat diharapkan karena biaya pemulangan perantau itu cukup besar,” katanya.

Menurut perhitungan Zulhendri, pemulangan 900 perantau Minang dari Wamena membutuhkan dana paling tidak Rp 4,5 miliar dengan asumsi harga tiket pesawat dari Papua menuju Padang Rp 5 juta per orang. Selain menggalang bantuan, Pemerintah Provinsi Sumbar berusaha memastikan kondisi warganya di Papua.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama pejabat pemerintah sudah di Wamena untuk mengecek keadaan warga Sumbar di sana. “Dari hasil pertemuan nanti diharapkan akan didapat informasi pasti kondisi dan berapa orang warga Sumbar di sana yang ingin pulang, namun tidak punya biaya lagi,” katanya.

Demonstrasi berujung kerusuhan yang terjadi di Wamena pada 23 September 2019, selain menyebabkan kerusakan bangunan dan fasilitas umum, juga menyebabkan setidaknya 30 orang meninggal dunia. Di antara korban yang meninggal dunia, ada 10 orang perantau asal Pesisir Selatan, Sumbar. Sebanyak delapan dari 10 jenazah korban kerusuhan Wamena asal Pesisir Selatan sudah dipulangkan dan dimakamkan di kampung halaman mereka.

DR. Dino Patti Djalal dan semua pengurus MDN-G mengapresiasi kerja keras Gubernur Sumbar Prof. DR. Irwan Prayitno dan terutama Wakil Gubernur Sumbar H. Nasrul Abit, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Irjen Pol Boy Rafli Amar dengan jajarannya yg bergerak cepat dan turun langsung kedaerah konflik Wamena dengan taruhan keselamatan nyawa mereka. Rilis