JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung, dr.H.Edwin Suprayogi, M.Kes, menyebutkan bahwa RSUD Sijunjung terus berupaya berbenah diri menuju rumah sakit yang berkualitas.
Hal itu disampaikan dr. Edwin Suprayogi yang didampingi Kabid Pelayanan (Azmardan, SKM) , Kabid Keuangan (Lis Elfianti, SE), Kasi Penunjang Medis (Fenny Rifdayulianti, S.Farm., Apt), Kasi Penunjang Non Medis (Fadhillah Rahmi, Apt,., M.Farm), dan dr Yeni Putri, Sp.P.
“Gedung RSUD Sijunjung sudah memiliki jaringan lengkap namun selama ini belum dioptimalkan seperti sarana CCTV yg sedang perbaikan. “Kita akan terus melakukan perbaikan, baik sistem BLUD, manajemen pelayanan, pengaduan dan lainnya,” ucap Plt.Direktur RSUD Sijunjung, dr.H.Edwin Suprayogi, M.Kes, kepada wartawan pada Selasa (7/4/2020).
Dr.H.Edwin Suprayogi,M.Kes, juga membahas soal penanganan COVID-19. Diakuinya, bahwa RSUD Sijunjung belum memiliki ruang isolasi yang sesuai standar/ aturan. RSUD Sijunjung baru memiliki ruang isolasi di IGD dan sedang dalam penyelesaian ruang isolasi di gedung paru.

TINJAU – Usai dialog, Plt Direktur RSUD ajak wartawan melihat ruang isolasi
“Tak mungkin kami bunuh diri, memaksakan pelayanan yang berisiko bagi tenaga kesehatan. Penting melengkapi sarana prasarana untuk merawat pasien COVID-19 sedang, sehingga kami selalu koordinasi dengan RSUD Solok. Tak hanya Sijunjung, daerah lain juga banyak tak mampu menangani pasien dengan kriteria PDP sedang apalagi berat”, tegas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kab.Sijunjung tersebut.
Di sisi lain, Edwin juga mengatakan anggaran sarana pasarana untuk COVID-19 jumlahnya Rp2,2 milyar. Meski begitu, anggaran tersebut belum ada yang cair dan masih menunggu proses persetujuan pusat karena itu anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Belanja tak terduga usulan ke bupati melalui TAPD sejumlah Rp 4 milyar untuk belanja ruang isolasi, perbaikan ambulan khusus covid-19, pengadaan APD, insentif tenaga medis paramedis dan alat kesehatan, baru pada tahap usulan rencana biaya tak terduga”, ucap Edwin.
RSUD Sijunjung membutuhkan masker bedah 250 lembar perhari, “Persediaan untuk dua hari ke depan masih tersedia. Untuk memenuhi permintaan masker RSUD Sijunjung bekerjasama dengan masyarakat yg mendonasikan berupa penjahitan” jelas Edwin.
Dijelaskan Edwin, saat ini tercatat Orang yang di screening di RSUD Sijunjung mencapai 1.112 orang. 10 orang ODP, 3 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), masing-masing 1 PDP ringan, 1 PDP Sedang di rujuk ke RSUD M.Natsir Solok dan sudah pulang serta satu PDP Berat ke RSUP M Djamil Pasien yang masih dirawat berjumlah 1 orang.

DAMPINGI – Plt Direktur RSUD Sijunjung didampingi para Kabid saat bertemu wartawan di ruang isolasi
Edwin juga mengakui bahwa PDP berat COVID-19 dari Kecamatan Lubuk Tarok sudah di rujuk ke RSUP M Djamil Padang. Namun hingga kini belum terjawab tentang riwayat perjalanan pasien dimana pasien di informasikan pernah kontak dengan perantau baru pulang dari Malaysia.
Tak hanya itu, akibat mewabahnya COVID-19, pendapatan RSUD Sijunjung anjlok hingga 60 persen lebih, karena kunjungan dan layanan memang dibatasi.
“Biasanya pendapatan RSUD tiap bulannya berkisar Rp1,7 milyar. Namun hingga kini akibat COVID-19 pendapatan hanya kisaran Rp 700 juta” , tambah Kabid Keuangan Lis Elfianti, SE.
Usai temu wartawan, Edwin juga mengajak wartawan meninjau ruang isolasi yang dimiliki RSUD yang diperuntukan untuk pasien COVID-19 sedang. Ruang itu dipergunakan jika ada pesien COVID-19.saptarius