Mutasi Dilingkungan TNI, Danpuspomad dan Irjenad Kini Dijabat Jenderal Bintang Tiga

367

Letjen Dodik Widjanarko yang sempat nonjob kini menjadi Danpuspomad (Foto.Puspen TNI)

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Mutasi di lingkungan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) kembali bergulir. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. 

“Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/385/IV/2020 tanggal 9 April 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 329 perwira tinggi TNI terdiri 282 pati TNI AD, 14 pati TNI AL, dan 33 TNI AU,” ujar Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI, Kolonel (Sus) Taibur Rahman dalam siaran persnya seperti dirilis Rupublika.Co.Id, pada Sabtu (11/4/2020).

Di antara 282 Pati TNI AD, ada Mayjen Suko Pranoto dari Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) menjadi Wakil Irjenad (validasi organisasi). Nantinya posisi Irjenad yang merupakan orang nomor tiga di Mabesad diisi jenderal bintang tiga. Validasi organisasi merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia, di mana ada beberapa jabatan yang ditempati mayjen dinaikkan untuk diduduki letjen.

Letjen Dodik Widjanarko dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Danpuspomad (validasi organisasi). Posisi Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) diisi jenderal bintang tiga. Adapun Danpuspomad sekarang, Mayjen Rudy Yulianto menjadi Wakil Danpuspomad.

Khusus untuk Letjen Dodik, ia kini mendapatkan jabatan setelah sebelumnya tidak memiliki posisi struktural di lingkungan Mabes TNI.

Letjen Dodik yang dulunya merupakan Danpuspom TNI merupakan orang kepercayaan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat membongkar kasus korupsi helikopter AgustaWestland (AW) 101 bersama KPK. Ketika terjadi pergantian Panglima TNI, Dodik yang menjabat Inspektur Jenderal TNI dengan pangkat bintang tiga langsung dicopot dari jabatannya alias nonjob.

Mayjen Stephanus Tri Mulyono dari Komandan Pusat Penerbangan AD (Danpuspenerbad) menjadi Perwira Ahli Tingkat III KSAD Bidang Hubungan Internasional (organisasi baru), Mayjen Teguh Pudjo Rumekso dari Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Kodiklatad menjadi Danpuspenerbad. Mengacu Perpres Nomor 66 Tahun 2019, jabatan Danpussenif akan diisi jenderal bintang tiga.

Berikutnya, Mayjen Achmad Marzuki dari Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3/Kostrad menjadi Inspektur Kostrad (validasi organisasi) menjadi Inspektur Kostrad. Jabatan Inspektur Kostrad yang sebelumnya diisi bintang satu kini diduduki bintang dua. Posisi yang ditinggalkan Marzuki akan diisi Direktur Progbangdik Debid Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas Brigjen Wanti Waranei F Mamahit.

Letjen Tri Legionosuko yang sebelumnya menjabat Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) kini menjadi dosen tetap Unhan. Brigjen Totok Sugiharto Kabiro Humas Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menjadi Dirfasjas Ditjen Kuathan Kemenhan. Posisi yang berurusan dengan wartawan di lingkungan Kemenhan tersebut akan diisi Kolonel (Kav) Ignatius Eko Djoko P, yang akan promosi menjadi bintang satu.

Brigjen Bambang Trisnohadi dari Komandan Korem (Danrem) 121/ABW (Sintang) Kodam XII/Tanjungpura menjadi Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih. Bambang yang merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) 1993 merupakan mantan Komandan Grup A Paspampres pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Brigjen Widi Prasetijono dari Danrem 091/ASN (Samarinda) Kodam VI/Mulawarman menjadi Kasdam IV/Diponegoro. Widi diketahui pernah menjabat sebagai eks ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di matra TNI AL ada 14 pati yang mengalami mutasi, di antaranya Mayjen (Mar) R Widad P Ajie, dari Perwira Sahli Tk. III Bidang Polkamnas Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksda Anwar Saadi dari Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) KSAL menjadi Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI, Laksda Djoko Erwan P dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Koorsahli KSAL.

Kemudian, 33 pati TNI AU yang dimutasi, antara lain Marsma Nandang Sukarna dari Perwira Sahli Tingkat II Bidang Jahpers Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsma Hari Widodo dari Wakil Asisten Pengamanan (Waaspam) KSAU menjadi Perwira Sahli Tingkat II Bidang Jahpers Panglima TNI, Marsma Asril Samani, dari Direktur Pendidikan dan Latihan (Dirdiklat) Kodiklatau menjadi Wakil Asisten Intelijen (Waasintel) KSAU yang merupakan validasi organisasi. sumber;Republika.Co.Id