Sidang Dugaan Suap Bupati Solsel, Dua Saksi Nyatakan Yamin Kahar Tak Terlibat

529

JURNAL SUMBAR | Padang – Kamis dan Jumat (14 – 15 Mei 2020), sidang dugaan suap Bupati Muzni Zakaria terkait proyek pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Solok Selatan, dengan Terdakwa M Yamin Kahar kembali digelar. Dua saksi diperiksa, yaitu Suhanddana Pribadi alias Wanda dan David Melko. Kedua saksi tersebut menyatakan bahwa Terdakwa Yamin Kahar dan Dempo Group tidak ada sangkut pautnya dengan kedua proyek tersebut.

Sidang pada Kamis (14 Mei 2020) yang digelar secara langsung dan juga melalui video conference tersebut, JPU KPK sejatinya menghadirkan 5 orang saksi. Tapi hanya Saksi atas nama Wanda yang selesai diperiksa. Sidang dilanjutkan Jumat (15 Mei 2020) dengan agenda pemeriksaan saksi atas nama David Melko.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yoserizal yang juga Ketua PN Kelas 1A Padang dan dibantu Hakim Anggota, Zalekha dan Mhd Takdir tersebut, Wanda mengatakan, dia pernah dipanggil Terdakwa Yamin Kahar ke rumahnya, dan dikenalkan kepada Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria yang sudah ada di sana.

Di pertemuan itu, Wanda menjelaskan, dia diberi tahu Terdakwa Yamin Kahar bahwa dia ditawari proyek Masjid Agung di Solok Selatan oleh Bupati Muzni Zakaria. “Kalau pak direktur (Wanda-red) berminat silahkan hubungi pak Hanif Kadis PU,” ujar Wanda menirukan ucapan Bupati Zakaria. Kemudian dia diminta Terdakwa Yamin Kahar mencari perusahaan untuk mengerjakan proyek tersebut.

Sebelumnya, Wanda menjelaskan, Terdakwa Yamin Kahar pernah menanyakan ke Bupati Muzni Zakaria dengan ucapan, “Bisa nggak saya bangun dulu, ntar kalau sudah selesai, baru dibayar dalam beberapa tahun, tanya dulu regulasinya dengan DPRD dan pihak yang berwenang lainnya”. “Tidak bisa pak Yamin, silahkan ikut lelang,” ujar Wanda menirukan jawaban Bupati Muzni Zakaria.

Setelah itu, Wanda mencari orang yang bisa mengerjakan proyek tersebut. Melalui Hidayat, teman kuliahnya di Universitas Bung Hatta Padang, dia kenal dengan Fadlu Rahman alias Salu, direktur PT Zulaikha. Hidayat adalah karyawan di PT Zulaikha. Disepakati PT Zulaikha dipakai Wanda untuk mengerjakan proyek tersebut.

“Namun kesepakatan berubah, Salu berminat pula mengerjakan proyek tersebut, dan sepakati komitmen fee 12 persen untuk Bapak (Terdakwa Yamin Kahar-red), dan ditambah 2 persen untuk saya, David dan Hidayat,” ujar Wanda.

Selanjutnya, Wanda bersama David Melko ke Solok Selatan menemui Hanif Rasimon, Kadis PU. Dipertemuan tersebut, Hanif Rasimon juga menawarkan proyek pembangunan Jembatan Ambayan atas perintah Bupati Muzni Zakaria. Tawaran itu disanggupi Wanda. Pagu anggaran proyek Masjid Agung Rp55 miliar dan Jembatan Ambayan Rp14,8 miliar.

Pada pertemuan tersebut, Wanda meminta file soft copy dokumen perencanaan berupa HPS, RAB, KAK dan gambar teknis pembangunan Masjid Agung kepada Hanif Rasimon. Hanif Rasimon meminta Wanda menghubungi Yance Bastian PPK Masjid Agung. Yance Bastian melalui Mutia Farina selaku PPTK memberikan file soft copy yang diminta Wanda. Dan, file soft copy tersebut dikirim Wanda melalui email kepada Hidayat staf PT Zulaikha sebagai bahan untuk menyusun penawaran.

Terkait proyek Jembatan Ambayan, Hanif Rasimon meminta Wanda menghubungi Adwisd Patris Bimbe selaku PPK. Dan, Adwisd Patris Bimbe memberikan file soft copy kepada Wanda. Selanjutnya Wanda menawarkan proyek tersebut kepada Hidayat dengan komitmen fee 12 persen. Tawaran tersebut disetujui Salu (pimpinan Hidayat) dan memakai PT Yaek Ifda Cont untuk mengerjakannya.

Di persidangan tersebut, Wanda menerangkan, dia bersama David Melko dua kali datang ke Jambi menemui Salu Direktur PT Zulaikha untuk mengambil uang komitmen fee. Dan, uang tersebut baginya untuk David Melko dan Terdakwa Yamin Kahar, dan untuk dia sendiri. Wanda juga beberapa kali dimintai uang oleh Hanif Rasimon untuk Bupati Muzni Zakaria. Wanda juga memberi uang kepada Tim Pokja proyek Jembatan Ambayan dan Masjid Agung melalui David Melko sebagai komitmen fee 1,5 persen.

Pernyataan Wanda dibantah oleh Yamin Kahar, dan menyebutkan bahwa uang diberi Wanda tersebut adalah pengembalian uangnya yang dipinjam oleh Wanda. Dan, ketika ditanya PH Terdakwa Yamin Kabar, Wanda mengakui bahwa uangnya ada sama Terdakwa Yamin Kahar dalam kaitan bisnis di Anai Resort

Ketika ditanya Penasehat Hukum Terdakwa Yamin Kahar, Wanda tidak bisa menjelaskan peran Terdakwa Yamim Kahar dalam memenangkan lelang kedua proyek tersebut. Dan, Wanda mengakui, dia pernah membuat surat pernyataan bahwa proyek Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Solok Selatan yang dikerjakan oleh PT Zulaikha tidak ada sangkut pautnya dengan Yamin Kahar dan Dempo Group. “Benar, ini tanda tangan saya,” sebut Wanda ketika diperlihatkan surat tersebut.

David Melko Juga Sebut Yamin Kahar Tidak Terlibat

Pada sidang berikutnya, Jumat (15 Mei 2020), Saksi David Melko menerangkan bahwa dia hanya membantu Wanda dalam mengurus proyek Jembatan Ambayan dan Masjid Agung di Solok Selatan. Dia pernah ke Solok Selatan bersama Wanda menemui Kadis PU Hanif Rasimon. Dia juga ikut membantu melengkapi administrasi dokumen lelang proyek tersebut.

David Melko juga menerangkan bahwa dia pernah ke Jambi bersama Wanda ke kantor PT Zulaikha menjemput uang komitmen fee proyek Jembatan Ambayan dan Masjid Angung. Dia juga mengakui pernah beberapa kali menerima uang dari Wanda. Selain untuk dirinya, uang yang diberikan Wanda tersebut juga diberikan untuk Tim Pokja proyek Jembatan Ambayan dan Masjid Agung atas perintah Wanda.

David Melko mengaku tidak tahu apa peran Terdakwa Yamin Kabar dalam memenangkan lelang kedua proyek tersebut. Dan, dia juga mengaku pernah membuat surat pernyataan bahwa proyek Jembatan Ambayan dan Maajid Agung di Solok Selatan yang dikerjakan PT Zulaikha tidak ada sangkut pautnya dengan Yamin Kahar dan Dempo Group. “Benar, ini surat yang saya buat,” ujar David Melko ketika surat tersebut diperlihatkan kepadanya.

Kedua sidang ini dihadiri langsung oleh 2 orang JPU KPK dan 1 orang lagi mengikuti melalui video conference. Sedangkan dari Penasehat Hukum Terdakwa Yamin Kahar hadir tiga orang. Sidang berikutnya dijadwalkan oleh Ketua Majelis Hakim pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2020 dengan agenda masih pemeriksaan saksi. (Tim)