Mendagri Jenderal Tito Karnavian Tunjuk Sekdaprov Alwis Plh Gubernur Sumbar

250

JURNAL SUMBAR | Padang – Akhirnya Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn) Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D menunjuk Sekretaris Daerah Provinsi, Drs. Alwis, MM sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumbar melalui radiogram.

“Radiogram itu nomor 121/672/SJ tertanggal 10 Februari 2021 tersebut ditujukan kepada tujuh Sekdaprov yang daerahnya melaksankan Pilgub di Indonesia, dengan klasifikasi amat segera,”kata Kepala Biro Pemerintahan Sumbar Iqbal Ramadi Payana di Padang, Kamis (11/2/2021) pagi seperti dilansir PilarbangsaNews.

Tujuh provinsi dimaksud adalah Bengkulu, Jambi, Kalimantan Selatan, Kaltara, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara dan Sumatera Barat.

Iqbal menyebut dalam radiogram itu, Mendagri menjelaskan, bahwa sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur masa jabatan 2016-2021 tanggal 12 Februari, maka maka Sekda melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Daerah.

Hal itu berdasarkan ketentuan pasal 131 ayat 4 PP nomor 49 tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas PP nomor 6 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah. “Ini untuk menjamin kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan di daerah,” katanya.

Akan halnya Gubernur dan Wakil Gubernur hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020, saat ini masih berperkara di Mahkamah Konstitusi. Pasangan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih 2021-2026 Mahyeldi-Audy belum ditetapkan KPU, karena menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Iqbal, jabatan Plh Gubernur Sumbar ini bisa sampai dilantiknya kepala daerah definitif, bisa pula hanya sampai dilantiknya Penjabat (Pj) Kepala Daerah yang biasanya berasal dari pejabat Kemendagri.

Sementara itu untuk 13 kabupaten dan kota peserta Pilkada di Sumbar, delapan daerah juga akan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) yang diamanatkan menjadi Plh.

Sementara lima daerah yang bersengketa di MK yang akan dipimpin oleh Penjabat (Pj) bupati/wali kota. Lima daerah itu masing-masing Sijunjung, Solok, Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan Limapuluh Kota. “Kita sudah siapkan lima belas nama atau masing-masing tiga calon Pj untuk satu daerah. Semua berasal dari pejabat eselon II Sumbar,” ujar Iqbal.

Siapa Sekdaprov Alwis?

Alwis adalah lelaki Minang kelahiran Jakarta 31 Maret 1961. Dia membangun karir di pemerintahan sejak menamatkan APDN Bukittinggi tahun 1985.
Terlahir dari pasangan suami- isteri bernama Hj. Nursila dan Alm MK Djuki, seorang pensiunan Prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (KOPASGAT) TNI-AU.

Masa kecil hingga remajanya di kawasan Tabing Padang, setelah menamatkan pendidikan dasar di SD Angkasa Tabing, dia melanjutkan SLTP di SMP 13 Padang (dahulu bernama SMPN Tabing ) dan menamatkan Sekolah Menengah Atas, angkatan pertama di SMA PGRI I Padang.

Ketika lulus SMA, Alwis tak ingin berpangku tangan. Dia mencoba mencari pengalaman dengan menjadi porter Bandara Tabing. Penuh perjuangan dan dinamika. Karena sering melihat para pejabat pemerintah kala itu sering ke Jakarta via Bandara Tabing melaksanakan tugas, Alwis kecil berpikir juga ingin seperti bapak-bapak pejabat itu.

Untuk mewujudkan cita-citanya itulah Alwis lalu mencoba mengadu nasib untuk melanjutkan pendidikan ke APDN. Alhamdulillah diterima di sekolah pemerintahan itu dan lulus pada tahun 1985.

Pada awal bertugas sebagai PNS, Alwis ditempatkan di Kab. Sijunjung (dahulu Kabupaten Sawahlunto/ Sijunjung). Dia memulai karier sebagai Kepala Kantor Camat IV Nagari, dan pernah menjadi Kepala Desa Pantai Cermin, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sawahlunto/ Sijunjung.

Pada tahun l987, mendapat kesempatan melanjutkan Pendidikan sebagai mahasiswa tugas belajar pada IIP (Institut Ilmu Pemerintahan) di Jakarta dan tamat pada tahun 1990.

Setelah lulus dari IIP- Jakarta, tidak kembali lagi ke Kabupaten Sawahlunto/ Sijunjung namun mengawali karier sebagai protokoler di Kantor Gubernur, Kasubag Pengadaan Barang, pada Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, dibawah kepemimpinan Drs, Basril Taher.

Banyak posisi dan jabatan dilakoni Drs. Alwis, MM selama di Kantor Gubernur, kemudian ikut Hasan Basri Durin ke Jakarta, hingga kembali ke Pemko Padang sebagai Kabag Umum di bawah Walikota Fauzi Bahar.

Pada tahun 2007 Alwis ditarik menjadi Kepala Kantor Perwakilan Sumbar di Jakarta dan pada tahun 2008 kembali ke Padan sebagai Kepala Biro Umum, Setwilda. Prov Sumbar selama periode kepemimpinan Gamawan Fauzi dan Irwan Prayitno.

Pada tahun 2012 memimpin Badan Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sumbar yang berubah menjadi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Pada masa itu Alwis pernah dipercaya menjadi Pj. Bupati Pesisir Selatan dan PJs Walikota Padang.

Selama 33 tahun berkarir di pemerintahan, Alwis mencapai puncak karirnya sebagai ASN yaitu Selasa 2 Oktober 2018 dimana Alwis dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (*/gk/PilarbangsaNews)