Tunjang Pariwisata, Pemuda Sulit Air Solok Lestarikan Kesenian Randai

243

JURNAL SUMBAR | GRUP kesenian Randai yang berkibar di tahun 1970 -an, di negeri Sulit Air, Solok, sejak dicanangkan Anugrah Desa Wisata (ADWI) 2021, kini dilestarikan oleh pemuda dan remaja yang tergabung di Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menun jang kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.

Kesenian randai di era tahun 1970 – an, sering tampil, baik di Sulit Air, maupun di daerah perantauan untuk menyemarakkan sebuah pesta perkawinan yang diseleng garakan oleh warga Sulit Air.

Dulu terkenal kesenian Randai daru Jorong Koto Tuo dan Jorong Siaru. Randai koto tua ketika itu terkenal dengan Koordinator alm Anggan yang wafat di malaysia di tahun 1980 an.

Sedangkan randai Siaru, terkenal dengan koordinator Sukari yang wafat di Sulit Air, 1975 – an, dan kini anggota timnya,yang masih aktif Sukardi, merantau ke Lampung.

Gagasan Hendrizon Permato Sinaro yang menggerakkan kesenian Randai Sulit Air dari perkumpulan Pokdarwis, sejak tiga bulan terakhir mendapat uplus yang positif dari warga dan perantau Sulit Air.

Untuk melestarikan kesenian randai sudah berlanjut Pelatihan yang dimotori oleh grup randai “Gadis Ranti ” oleh pemuda dan remaja jorong Basung Sulit Air.

Pelatihan kesenian randai dilaksa nakan di Medan Nan Bapaneh di depan kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sulit Air, Kamis malam (21/10)

Tampak anggota kesenian randai ini sedang berlatih di Medan Nan Bapaneh yang dibimbing dan diarahkan oleh Hendrizon permato Sinaro sebagai.penggerak.pemuda dan remaja di negari Sulit Air Kecamatan X Koto Diatas kabupa ten Solok, Sumbar- habede, Risman.