Usai Hadiri Prosesi Pernikahan Adik Bupati Benny, Mendagri Lakukan Sejumlah Kegiatan di Sijunjung

505

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian menjadi Inspektur Upacara pada prosesi pernikahan Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan 23 di Muaro Sijunjung pada Selasa (9/8/2022).

Mendagri Tito Karnavian yang tiba pukul 9.35 Wib di rumah mempelai wanita Pasar Inpres, Muaro Sijunjung menggunakan kendaraan RI 21 didampingi oleh Anggota DPR-RI Guspardi Gaus langsung disambut oleh Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M.Si bersama Wakil Bupati Sijunjung H. Iraddatillah, S.Pt serta Forkopimda dan Sipangka Alek.

Mendagri Tito Karnavian menjadi Irup pada prosesi pernikahan Purna Praja IPDN Angkatan 23 atas nama Khaidir Ali Daulay, SSTP, MM selaku mempelai laki-laki, putra dari Drs. H. Hasaiddin Daulay (almarhum) dan Dra. Hj. Ruslah (almarhumah).

Sementara mempelai perempuan yaitu Atasia Degita Yuswir, S.Ked yang merupakan putri dari Drs. H. Yuswir Arifin, MM Datuk Indo Marajo (mantan Bupati Sijunjung 2010-2021) dan Hj. Endra Noflida, S.Pd.AUD dan juga adik kandung dari Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir.

Mendagri juga hadiri prosesi pernikahan adik Bupati Sijunjung

Akad nikah Khaidir Ali Daulay, SSTP, MM yang juga merupakan Pj. Kabag Prokompim Setdakab Sijunjung dengan Atasia Degita Yuswir, S.Ked dilangsungkan Senin (8/8/2022) kemarin bertempat di Mushallah Asma Ul Husnah, Pasar Inpres Muaro Sijunjung.

Dengan saksi pernikahan yaitu Irman Gusman (Ketua DPD-RI 2009-2014) serta Darul Siska (Anggota DPR-RI).

Mendagri Tito Karnavian pada kesempatan ini juga didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi, Inspektur Jenderal Kemdagri Irjen (Pol) Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemdagri Drs. Agus Fatoni, M.Si, dan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemdagri Dr. Teguh Setyabudi, M.Si.

Setelah menjadi Irup pada Prosesi Pernikahan Purna Praja IPDN angkatan 23, selanjutnya Mendagri Tito Karnavian melakukan sejumlah kegiatan di Pemkab Sijunjung termasuk meresmikan Kantor Bupati Sijunjung di Jln. Prof. M. Yamin, SH, Muaro Sijunjung.

Tak hanya itu, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jenderal (Purn) Prof. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D juga menjadi narasumber dalam pelaksanaan coaching bagi Aparatur Sipil Negara Kabupaten Sijunjung di Muaro Sijunjung.

Mendagri yang didampingi Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, SSTP, M Si serta Wakil Bupati H. Iraddatillah, S.Pt memberikan coaching ASN mulai pukul 11.00 hingga pukul 11.50 WIB di Balairung Lansek Manih, Muaro Sijunjung.

Mengawali coaching ASN, Mendagri begitu sampai di Kabupaten Sijunjung teringat akan Al-Qur’an pada Surat Ar-Rahman ayat 13 “Fa bi’ayyi ‘alaa’i rabbikumaa tukazzibaan” yang artinya “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” dan ayat ini diulang sebanyak 31 kali.

“Sijunjung unggul dibidang pertanian dan peternakan, kelola pertanian itu dengan baik” ujar Mendagri dalam coaching dihadapan ASN Kabupaten Sijunjung yang juga diikuti ASN hingga tingkat kecamatan, penyuluh pertanian, sekolah dan pemerintahan nagari secara virtual.

“New Zealand tempat saya sekolah selama satu tahun, menjadi negara makmur didunia adalah karena pertanian, mereka zero pengangguran, zero kriminal, penduduknya tiga juta tetapi jumlah sapinya puluhan juta dan rusa jutaan ekor,” sebut Mendagri.

“Perlu dipikirkan bersama membangkitkan pertanian, peternakan, perkebunan ini, bandingkan dengan pertambangan yang hanya dinikmati segelintir orang,” ujar Mendagri .

“240 ribu lebih penduduk Kabupaten Sijunjung, tetapi lama bersekolahnya dibawah rata-rata nasional dan propinsi, hanya 6 persen yang tamat perguruan tinggi, 19 persen tamat SMA/sederajat, dan 27 persen tidak tamat SD,” tambah Mendagri.

Ada dua langkah pembaharuan yang perlu dilakukan di Sijunjung, yakni;

“Rakyat Sijunjung harus punya pendidikan yang baik, pendidikan vokasi dibidang perkebunan, vokasi peternakan, vokasi perikanan, fokuskan anggaran untuk pendidikan,” imbuh Mendagri memberikan tips dalam coaching itu.

“Bupati dan DPRD harus fokus, jangan hanya berpikiran Pokir-pokir yang tidak tepat sasaran. Langkah kedua yaitu, rakyat Sijunjung harus sehat, apalagi topografinya berbukit sangat mendukung terhadap aktivitas yang menyehatkan,” papar Mendagri.

“Permasalahannya adalah tingginya angka stunting di Kabupaten Sijunjung, berdayakan pemerintahan desa, PKK, maupun Posyandu sehingga dilakukan pendataan terhadap ibu hamil yang tergolong keluarga kurang mampu,”ucap Mendagri melanjutkan coaching.

“Modal penting Kabupaten Sijunjung adalah situasi keamanan dan stabilitas, keamanan sama dengan kesehatan. Kampung saya (Palembang-red) kalah oleh jiwa entrepreneurshipnya orang Minang yang hingga pegunungan di Papua sana masih berjualan, untuk itu UMKM dan swasta harus dilibatkan,”sebut Mendagri memotivasi peserta coaching ASN.

“Adat kita silaturrahmi berkunjung, Suguhkan minuman airnya bersumber dari sumur, Tiba waktunya meninggalkan Sijunjung, Doanya kabupaten ini makin makmur,” imbuh Mendagri menutup dengan sebuah pantun sekaligus mengakhiri coaching ASN Kabupaten Sijunjung.

Beri Pengarahan di Sijunjung,
Mendagri Minta ASN Ubah Pola Pikir dan Budaya Kerja

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja dalam melayani publik.

Hal itu disampaikan Mendagri dalam acara Pengarahan Mendagri Kepada ASN Kabupaten Sijunjung, di Aula Kantor Bupati Sijunjung, Selasa (9/8/2022).

Penuhi Janji dengan Bupati Benny, Besok Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian Kunjungi Sijunjung

Didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi, Anggota DPR RI Dapil Sumbar Guspardi Gaus, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dan Wakil Bupati Iraddatillah, Mendagri mengajak sekitar 500 ASN yang hadir untuk tidak lagi menerapkan prinsip kerja lama yang maunya dilayani.

Menurut Mendagri, dengan iklim keterbukaan informasi, praktik pelayanan yang baik harus diterapkan terutama sikap anti korupsi. Terlebih dengan menguatnya peran masyarakat sipil dengan didukung keberadaan media sosial. Hal ini berdampak pada berbagai sektor, salah satunya komplain atau komentar masyarakat terhadap pelayanan publik yang bisa langsung diketahui pimpinan termasuk presiden.

“Ditengah iklim demokratisasi, ASN harus bisa merubah budaya kerja yang lebih transparan, berintegritas. Masyarakat hari ini sangat kritis dan informasi juga terbuka. Jika ASN tidak berubah, akan terlindas, bahkan tidak sedikit yang jadi korban, terjerat persoalan hukum,” kata mantan Kapolri, ini.

Selain itu, Tito juga menekankan pentingnya sisi kepemimpinan kepala daerah. Terutama dalam membangun soliditas internal sehingga program-program yang disiapkan bisa berjalan dengan baik.

Termasuk dalam mengelola potensi pertanian dan peternakan di Sijunjung yang menurut Tito, jika dikelola dengan optimal dan modern akan menjadi sektor unggulan luar biasa hasilnya.

“Tidak salah juga jika ingin mengeksplorasi tambang asal bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat. jangan nanti hanya dinikmati segelintir pejabat,” tegas Tito.

Hal penting lainnya disampaikan Mendagri, agar dilaksanakan di Sijunjung adalah memaksimalkan program pendidikan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang akan membangun Sijunjung nantinya. Sebab jika SDM bagus, maka daya inovasi akan tinggi.

Sebelumnya, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menyampaikan, selain pertanian dan peternakan, di Sijunjung saat ini juga terdapat potensi pertambangan migas yang siap di eksplorasi.

Potensi lainnya yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemkab Sijunjung adalah potensi wisata alam Geopark Silokek yang harapkan mampu bisa menunjang pembangunan infrastruktur ditengah keterbatasan anggaran daerah.

“Oleh sebab itu, besar harapan kami, melalui pengarahan dari Bapak mendagri bisa meningkatkan motivasi kerja dan pelayanan ASN kepada masyarakat menjadi lebih baik,” kata Benny.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian juga menandatangani tiga prasasti peresmian yakni gedung Kantor Bupati Sijunjung, gedung Rumah Sakit Umum Daerah serta Ruang Terbuka Hijau muaro Sijunjuang.

Turut hadir Forkopimda Kabupaten Sijunjung serta sejumlah pejabat eselon I Kemendagri yang mendampingi Mendagri, yakni Dirjen Bina Pembangunan Daerah Teguh Setyabudi, Dirjen Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni dan Inspektur Jenderal Tomsi Tohir.*