Emak – emak dan Remaja Putri di Sawahlunto Belajar Tekhnik Produksi Membatik Arang

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Sebanyak 70 orang ibu rumahtangga dan remaja putri utusan dari Desa dan Kelurahan di Sawahlunto mengikuti pelatihan tekhnis produksi Batik Arang Kegiatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah setempat itu diselenggarakan dalam dua angkatan pelatihan.

Kepada Jurnalsumbar.com, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Sawahlunto Tatang Sumarna mengungkapka, jenis batik yang dilatih untuk diproduksi oleh ibu-ibu ini adalah batik tulis dan batik cap, dengan instruktur dari Balai Diklat Industri Kementrian Perindustrian RI berkolaborasi dengan Komunitas Batik Arang Sawahlunto.

“Mereka dilatih mulai dari cap motif, pewarnaan, punguncian warna, finalisasi, melorot dengan cara direbus sehingga lilinnya luntur,” kata Tatang Senin (13/3/2023).

Tatang juga mengungkapkan, Batik Arang ini telah digagas sejak 2008 lalu. Setelah digagas lalu diujikan dan baru diaplikasikan di 2023.
“Untuk sasarannya, peserta pelatih ini kita harapkan menjadi pengusaha batik. Untuk pasar awal akan dipasarkan sebagai pakaian seragam sekolah dan pakaian Instansi pemerintahan,” ungkapnya lagi.

Adapun untuk motif Batik Arang banyak mengangkat daei pokor – pokor kebudayaan yang ada di Sawahlunto seperti Lubang Mbah Suroe, Kereta Mak Itam, Nyiak Suntiang dan lainnya. Saat ini sebut Tatang, Batik Arang telah mempunyai 160 motif desain batik.

Epi

“Untuk desain, kita perlombakan pada 2022 lalu dengan melibatkan Desainer Nasional Itang Yunaz, abdul Sy dari asosiasi batik Indonesia, Edi Utama. Juni 2023 ini kita akan melakukan pensejajaran pasar,” sebutnya lagi.

Dijelaskan Tatang, peserta pelatihan itu berasal dari Desa Santur, Kelurahan Saringan, Kelurahan Durian I dan Kelurahan Durian II dengan jumlah total 63 orang. Dan dibagi dalam dua angkatan, untuk angkatan pertama jadwalnya pada 09-13 Maret kemudian angkatan kedua pada 14-18 Maret mendatang.

Sebelumnya, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta saat membuka pelatihan tersebut, Kamis (9/3/23) menyampaikan Pemko Sawahlunto memberi perhatian dan keberpihakan pada potensi kain lokal seperti songket Silungkang dan batik.

Dikatakan Deri Asta, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan dukungan Pemko terhadap pelestarian dan eksplorasi batik di Sawahlunto.

“Dan sasarannya juga dengan pelatihan ini pastinya bermanfaat menambah pendapatan rumah tangga sehingga menjadi salah satu faktor yang menumbuhkan dan menunjang ekonomi masyarakat,” katanya.(kiy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.