Korban Jembatan Gantung Cawang Kidau Kaur Bengkulu Itu Pelajar SMP dan SMA

194

JURNAL SUMBAR |Bengkulu – Sungai Cawang Kidau yang bermuara ke Air Padang Guci pada Minggu (20/1/2020) meluap. Akibatnya, jembatan gantung yang berada disekitar objek wisata Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro PLTMH Padang Guci di Desa Bungin Tambun III, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu menelan korban jiwa.

Setidaknya 10 orang meninggal dan 18 orang selamat. Korban yang meninggal 8 orang sudah terindentipikasi sementara yang 2 orang baru hari ini baru diidentipikasi. Jika dilihat dari usia para korban umumnya anak muda, yang masih SMP dan SMA yang berasal dari berbagai desa sekitar dan 2 orang dari pagar alam.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Manau Sembilan, Ismanto kepada awak media jurnalsumbar.com, Senin, (20/1/2020).

“Pada Minggu (19/1/2020 kami ditimpa musibah Jembatan gantung yang dekat disekitar objek wisata Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro PLTMH Padang Guci di Desa Bungin Tambun III putus, waktu itu hujan lebat, anak anak remaja banyak berlibur di sekitar PLTMH, lokasi sering dikunjingi pada hari libur,”jelasnya.

“Ketika air rawang kebetulan anak anak remaja sedang berada diatas jembatan gantung cawang kidau, tiba tiba jembatan putus, dan menelan korban, 10 orang meninggal dan 18 orang selamat, korban jembatan gantung ini anak SMP dan SMA yang bersal dari dusun sekitar padang guci,”tambah kepala desa.

Berikut daftar korban:
I. Desa Manau sembila2.
1. Emilsa (M)
2. Yeni (M)
II. Desa Bungin Tambun3
1. Pio (M)
2. Arif
3. Candra
4. Dili
5. Cici
6. Mika (M)
III. Desa Tanjung Kemuning3
1. Supra Padillah
Desa pulau panggung
1. Peri Roman (M)
2. Emizer
3.Guntara
4.Binten
5. Andi
6.Dindi
7.Rifki
8. Jumsi
9.Viki (M)
IV.Desa Rigangan3
1.Albit
V.Desa Rigangan
1. Migi (M)
VI.Desa Bungin Tambun3
1. Intan Gusnaini (M)
2. Melia
VII. Desa Simpang tiga
1.Imi astuti
2.Sirlu oktapia
VIII.Desa Guru Agung
1.Cindi
IX.Pagar Alam
1. Agung
2.Aldi
IX.Desa tj iman1
1. Santi

jon aidi patopang