Tersangka Pembunuh Mertua di Padang Ganting, Anto Ditangkap Polisi Dalam Pelarian Bersama Isteri dan Anak

419

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Berawal saat mertuanya Pendi  (30 tahun) meminta izin mengecek slang air mati  yang  bersumber dari lereng bukit dekat bedeng milik Pendi.

Tiba -tiba saja terjadi keributan antara Pendi dengan menantunya Al ( 25 tahun) panggilan Anto, dan entah setan apa yang merasuki Anto langsung membacok  mertuanya Pendi dengan parang, hingga meninggal dunia.

Peristiwa naas itu terjadi  di Parak Kijok Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting, sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu (19/1/20).

Dalam jumpa pers , Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Purnomo mengakui, peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wib, Minggu (19/1/20) yang dilakukan terduga Anto
dalam Parak milik Kijok, Jorong Koto Alam, Nagari Padang Ganting.

Peristiwa pembunuhan itu, diketahui saksi Dili merupakan isrti korban dan saksi Gonaria, dan mendengar ada keributan dan suara minta tolong. Saat itu para saksi melihat terduga tiba-tiba muncul dengan sebilah parang di tangan dalam keadaan berlumuran darah.

Seterusnya terduga Anto, sebut Kapolres Rokhmad langsung mengancam saksi agar diam, jika tidak Anto akan membunuh saksi, kemudian Siterduga mengikat kedua saksi Dili dan Gonaria.

Tidak berapa lama, saksi Budi datang ke tempat kejadian, dan kemudian terduga melepas ikatan kedua saksi, serta membawa istri dan anaknya, seraya mengambil paksa HP dan uang milik kedua saksi. ” Lantaran ketakutan saksi Dili dan Gonaria melaporkan peristiwa itu ke Polsek Padang Ganting,” kata kapolres.

Untuk menghindari jeratan hukum, Anto bersama istri dan anaknya menghindar dengan berjalan kaki selama 10 jam menuju Sulit Air, Solok. Setibanya di Sulit Air, terduga Anto memesan travel untuk melarikan diri ke Pangkalan Kerinci.

Setelah dilakukan pengembangan, dan berdasarkan informasi masyarakat, tekan Kapolres Rokhmad, terduga bersama anak istrinya menaiki mobil travel Gran Max Putih Nopol BM 1421 ZC mau berangkat ke Pangkalan Kerinci.

Usai memperoleh informasi, Kapolres bersama tim Sat reskrim melakukan pengintaian di lokasi bakal dilewati travel Gran Max. Hasil razia di depan rumah makan angin berembus Ombilin. Polisi melakukan penangkapan terhadap terduga Anto bersama istri dan anaknya diatas mini bus gran max.

Terakhir terduga Anto bersama BB berupa, baju korban, satu buah Tombak bertangkai kayu, sebilah parang, dan sepotong kayu diamankan di Polres Tanah Datar untuk proses hukum ” Terduga Anto dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungam badan ,” pungkas Kapolres Rokhmad didampingi Kasat Reskrim AKP Purwanto SH, Kapudalops AKP Ischak dan kasubag humas Iptu Marjoni Usman, S.H. habede