Langgar PSBB dan “Curang”, Prof. Syahrial Bakhtiar Protes Pemilihan Rektor UNP

588

JURNAL SUMBAR | Padang — Merasa dizalimi panitia pelaksana pemilihan Rektor UNP, Prof. Syahrial Bakhtiar melakukan protes ke Dikti (Direktorat Jendral Perguruan Tinggi) Pusat. Sebab, pemilihan tersebut melanggar aturan PSBB dan ada indikasi kecurangan yang dibikin secara masif.

“Saya sudah kirim surat protes ke Dikti dan minta pemilihan Rektor dibatalkan. Karena, tidak sesuai dengan kondisi saat ini, dimana pemerintah sudah melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) agar tidak mengumpulkan banyak orang,” ujar Prof. Syahrial Bakhtiar dihubungi, Kamis (23/4/20).

Bentuk protes juga dilakukan mantan Kadispora Sumbar itu, tidak hadir pada saat pemungutan suara di Auditorium UNP. Syahrial Bhaktiar sengaja tidak hadir karena mematuhi himbauan pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang menyangkut PSBB. ”Kalau saya datang berarti ikut melanggar aturan yang dibikin pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, juga telah dilayangkan surat protes kepada Ketua Senat, agar pantia pelaksana menyempurnakan pemilihan lewat E-Votting. Karena, uji coba yang dilakukan sehari menjelang pemilihan dinilai banyak kekurangannya dan perlu disempurnakan secara prinsip. Sebab, kata Syahrial Bakhtiar kerahasian pemilih tidak terjamin, setiap pemilih diberi kata sandi dan dapat dilacak oleh panitia siapa yang mereka pilih.”Jadi tidak ada sistem demokrasi dan hasilnya sudah jelas menguntungkan petahana,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, tidak ada bentuk pemilih abstain. Padahal, dalam demokrasi pemilih abstain harus dihargai suaranya.”Kekurangan ini perlu waktu untuk disempurnakan. Saya menilai pantia jelas tidak fair punya kepentingan buat memenangkan petahana. Untuk itu, saya berharap DIKTI agar membatalkan pemilhan yang sudah melanggar aturan PSBB berlaku di Sumatera Barat,” ucapnya.

Sedangkan hasil pemilahan itu, petahana, Prof. Ganefri nyaris menyapu semua suara yaitu, 126. Prof Syahrial Bakhtiar hanya dapat 3 suara, dan Refnaldi 2 suara.(tim)