Darizal Basir Ajak Bupati Pessel Terpilih Bangun Sinergisitas dan Keberlanjutan

66

JURNAL SUMBAR | Padang — Bupati Pesisir Selatan dua periode 1995-2005 saat diwawancarai analisa kritisnya tentang calon Bupati dan Wakil Bupati Pessel dalam tahun lima tahun kedepan, 2021-2025 lewat whatsAppnya, Senin (15/9/2020) ini yang disampaikannya.

Darizal Basir, satu diantara mantan Bupati asal Sumatera Barat yang bisa bertahan jadi Anggota DPR-RI, Fraksi Demokrat dua periode mengatakan, kemajuan pembangunan Pesisir Selatan di masa mendatang sangat tergantung kepada kemampuan seorang kepala daerah dalam memenej sumber daya alam dan sumber saya manusianya.

“Pessel butuh pemimpin yang visioner, artinya bupati terpilih hendaknya sosok yang mampu melihat dan mengintegrasikan pembangunan sumber daya alam dan sumber daya manusianya dalam satu kesetuan pembangunan. Pilihlah dari calon pasangan kepala daerah yang ada benar-benar sosok pemimpin yang punya komitmen total untuk mensejahterakan masyarakatnya,”

Mengulas monografi Pessel, Darizal Basir, putra Pasar Baru, Bayang ini mengungkapkan bahwa Pessel dari segi geografi termasuk kabupaten terpanjang dan terluas di Sumbar di banding kabupaten dan kota lainnya.

“Pessel itu memeiliki seluruh sumber daya alam yang lengkap dibandingkan lainya. Disamping memiliki sumber daya daratan, Rang Pasisia juga punya potensi laut yg lebih luas dari daratan dan kaya dengan berbagai sumber daya lautnya.” paparnya.

Lebih jauh dijelaskannya, salah satu potensi yang mesti dimaksimalkan adalah potensi daratannya, Pessel punya sumber daya pertanian, perkebunan, tambang, alam yg indah sebagai potensi wisata, sumber daya air, perdagangan dan usaha-usaha industri rumah tangga yang apabila dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

Politisi Senayan asal Pessel ini mengatakan pembangunan harus berangkat dari potensi yang dimiliki. Untuk itu seorang kepala daerah harus mampu memetakan potensi daerahnya, dan dari sanalah ia mulai bekerja membangun kesejahteraan masyarakatnya.

“Kalau dari bentangan geografi Pessel sekarang, sebenarnya kita bisa petakan dalam 5 kawasan pembangunan yang di unggulkan dan diprerioritaskan<” terangnya.

Lebih rinci dijelaskannya, kawasan pembanguan satu terletak di utara dengan pembangunan unggulan Wisata Mandeh. Kawasan pembangunan kedua di selatan Pessel dengan unggulan pembangunan perkebunan sawit dan pertambangan. Kawasan timur dengan unggulan pertanian yang dimekanisasi.

Sementara itu di kawasan barat sepanjang pantai dan perairan dengan unggulan perikanan skala besar/tuna dan keramba apung. Dan sepanjang jalur jalan nasional sebagai kawasan lima dengan unggulan home-home industri dan perdagangan,

Darizal menambahkan konsep pembangunan lima kawasan ini sangat relevan sampai 20-25 tahun kedepan dan diberi prioritas dalam skala singkat, sedang dan panjang dan dilaksanakan secara bertahap dan berlanjut. Jadi siapa saja yg jadi Bupati dan Wakil Bupati perlu melanjutkan bengkalai yang ada, karena membangun kawasan memerlukan waktu yg panjang.

“Jangan ganti pemimpin, ganti pula program. Mestinya program yg sudah ada dan berpotensi meningkatkan kesejahtraan masyarakat ya perlu dilanjutkan. Jangan di bengkalaikan,”ujarnya.

Diungkapkannya kenyataan yang terjadi lima tahun sebelumnya periode 2016-2021, ada program yang sudah jalan dan bagus tapi belum selesai, datang pemimpin yang baru tidak mau melanjutkan.

“Mungkin ia ingin cari terobosan baru. Ok kita memang butuh adanya terobosan teribosan baru yang betul betul mampu merobah kehidupan masyarakat dan sangat kita butuhkan. Namun masalahnya terobosan baru yg dicari tidak ketemu yg lama pun tidak dipanjutkan,”

Dalam pembangunan Pessel kedepan, dikatakannya, pembangun sumber daya manusia Pessel juga harus sejalan dengan pembangunan sumber daya alam.

“Pessel membutuhkan pendidikan keterampilan yang mampu mengolah sumberdaya alam yang dimilik Pessel. Misalnya sekolah pertanian/perkebunan dan sekolah perikanan dan kelautan dan yang paling penting adalah pembangunan manusia seutuhnya memilik dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknolgi yg dibarengi dengan pendidikan watak dan kepribadian sebagai orang minang yg mampu memahami dan mengamalkn nilai nilai ABS ABK,” imbuhnya. (Agusmardi)