Terkait Durasi Kampanye Pemilu 2024, Ini Kata Politikus asal Sumbar Guspardi Gaus

222

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus, menyebutkan, 90 hari atau 75 hari masa kampanye belum ada kepastian.

“Keputusan tentang durasi masa kampanye akan di tetapkan pada rapat kerja (Raker) dan RDP pengambilan keputusan antara Komisi II, Pemerintah dan peyelenggara Pemilu yang kembali di reschedule pada 7 Juni 2022 mendatang,” ujar Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus kepada wartawan Rabu (1/6/2022).

Menurutnya, pada rapat konsinyering yang digelar 13-15 Mei 2022, memang telah dibahas mengenai durasi masa kampanye ini. Saat itu pada awalnya KPU mengusulkan 120 hari,
Pemerintah meminta 90 hari dan mayoritas fraksi di komisi II menginginkan waktu 60 sampai 75 hari. Namun setelah terjadi diskusi yang panjang, akhirnya di sepakati duarsi masa kampanye 75 hari dengan dua syarat.

Syarat petama, KPU meminta pemerintah membuat regulasi dari berupa keppres (keputusan presiden) dan sebagainya untuk memuluskan hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme dan pengadaan logistik pemilu.

“Syarat kedua masalah teknis penyelesaian sengketa pemilu agar bisa di perpendek, dimana akan dilakukan pembahasan dengan Mahkamah Agung (MA). Jika dua syarat itu dapat dipenuhi oleh lembaga-lembaga terkait, diyakini masa kampanye Pemilu 2024 dapat dipersingkat menjadi 75 hari,”ungkap Politisi PAN ini.

Legislator asal Sumatera Barat itu menjelaskan bahwa rapat konsinyering dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan kesepahaman mengenai sejumlah isu yang masih memiliki perbedaan pendapat, bukan rapat pengambilan keputusan resmi.

Dan saat pertemuan KPU dengan Presiden di Istana Negara tanggal 30 Mei 2022, Presiden Jokowi berpesan kepada KPU mengenai durasi masa kampanye agar tidak terlalu panjang dan diupaykan bisa lebih efektif dan efisien supaya tidak menimbulkan gesekan di masyarakat yang berlarut-larut.

Oleh karena itu, pendapat dan arahan dari Presiden Jokowi tentang durasi masa kampanye tentu akan menjadi pertimbangan bagi Komisi II bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu dalam menentukan dan memutuskan durasi masa kampanye.

Komisi II kata Guspardi Gaus telah meminta kepada KPU untu membuat skenario dan simulasi masa kampanye 75 hari.

Hanya saja sebut Guspardi hasil simulasi ini belum dilaporkan ke Komisi II DPR. Mungkin nanti disampaikan resmi saat rapat kerja dan RDP dengan Komisi II yang dijadwalkan kembali tanggal 7 juni pekan depan.

“Jadi, di DPR RI sendiri belum ada keputusan resmi apakah kampanye itu 90 hari atau 75 hari,” pungkas anggota Baleg DPR RI ini. sumber; tribun.sumbar.com