Walau Dilanda Wabah Corona, Tanah Datar Surplus Beras dan Dijual ke Provinsi Tetangga

186

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Dalam kondisi pandemi Covid-19, ketersediaan pangan berupa padi di Tanah Datar mencukupi untuk beberapa bulan mendatang. Karena, panen padi merata  setiap bulan di Tanah Datar.

Demikian dijelaskan Kadis Pertanian Tanah Datar Yulfiardi usai video conference dengan Menteri Pertanian, Selasa (14/4/20) sekaligus panen padi Kelompok Tani Topi Lawik Jorong Taratak Indah Nagari Sungayang.

Dikatakan Yulfiardi, kondisi bulan Maret, luas panen padi 13.639 ha, sementara  April — Desember 2020 seluas 41.210 ha, sehingga  panen per bulan 4.571 ha rata-rata.Dengan konversi beras, surpulus 36.204,7 ton dari produksi beras Januari — Maret 2020 sebesar 46.644 ton dengan konsumsi 10.439 ton. “Surplus beras ini kita kirim ke daerah luar,” tekan Yulfiardi.

Di Tanah Datar tiga bulan mendatang, enam komoditi mengalami surplus, yakni, beras, jagung, cabe, daging sapi, daging ayam dan telur. Sedangkan bawang merah dan bawang putih neracanya minus. Untuk itu, bawang merah dan bawang putih masih perlu kita impor  dari luar daerah, tekan Kadis Yulfiardi.

Sementara Ketua Kelompok tani Topi Lawik Yulius
mengatakan, saat ini sudah dilakukan panen dengan hasil tujuh ton dari 34 ha yang ada. Kita mengharapkan produksi mencapai  4,5 — 5 ton per hektar, ujar Yulius sembari menyebutkan anggota kelompok berjumlah 74 orang. ” Beras dari Sungayang diminati masyarakat Provinsi Riau,” pungkas Yulius sumringah. habede.