JURNAL SUMBAR | Painan — Ketua TP PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni secara resmi melaunching program Gerakan Sejuta Kolam Rumah Tangga di Kecamatan Lunang, Kamis (11/6/2020).
Dalam arahannya Ketua TP PKK Pessel, Lisda Hendrajoni menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Perikanan Kab. Pessel dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Covid-10, dengan menggunakan halaman rumah para ibu-ibu rumah tangga guna menambah pendapatan keluarga.
“TP PKK Pessel terus melakukan berbagai kerjasama untuk meminimalkan para ibu-ibu terdampak Covid. Kali ini dengan mengembangkan usaha budidaya rumahan TP PKK Pessel bekerjasama dengan Dinas Perikanan Pessel,” kata Ketua TP PKK Pessel, Lisda Hendrajoni dalam sambutanya, Lunang, Kamis (11/6).
Ia memaparkan, bantuan benih sebanyak 50 ribu ekor benih ikan/undang akan disebar di setiap kecamatan dan diterima oleh sekitar ratusan pembudidaya yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan skala kecil rumah tangga.
‘Stimulus jangka pendek ini akan terus didorong di berbagai kecamatan se-Pesisir Selatan. PKK Pessel ingin pastikan bahwa ibu-ibu rumah tangga mesti kreativ untuk menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Lisda juga memastikan program Gerakan Sejuta Kolam Rumah Tangga ini tidak hanya menyasar ibu-ibu rumah, namun juga pembenih ikan.
Sementara Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafrinal mengatakan bantuan bibit ikan sebagai upaya mencapai target produksi, sekaligus memberi dampak bagi pendapatan dan ekonomi masyarakat selain bertani. Kerjasama dengan TP PKK Pessel sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan minimalisasi ibu rumah tangga yang terdampak Covid-19.
“Sebanyak 650 KK permintaan untuk bibit ikan nila dan Ikan Lele kec. Lunang, hari ini 20 ribu ekor ikan telah salurkan untuk 200 KK yg akan di bagikan ke seluruh nagari kecamatan Lunang dan tahap dua segera menyusul,” ucap Sekretaris Diskan Pessel Arlindawati, yang turun kelapangan mendampingi Ketua TP PKK Pessel.
“Tujuan dan dan arah dari program Gerakan Sejuta Kolan Rumah Tanggga ini diperuntukan sebagai langkah mengantisipasi krisis pangan yang dapat terjadi” kata Arlindawati.(Agusmardi)