Bersama Bupati dan Wabup, Forum Perangkat Daerah Sijunjung Bahas Penyusunan Renja – PD Tahun 2022

382

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Puluhan peserta forum perangkat daerah/lintas perangkat daerah (Forum -PD) ikuti Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) tahun 2022 di Balairung Lansek Manih, kantor bupati Sijunjung di Muaro Sijunjung pada Senin (8/3/2021).

Kegiatan yang dihadiri Bupati dan Wabup Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir,S.STP, MSi dan H.Iraddatillah, S.SPt itu dilaksanakan Bapppeda Sijunjung dan dipandu Asisten II Setda Jon Kanedi, S.Sos.

Plt Kaban Bapppeda Sijunjung, Yuni Elfiza, MSi, secara gemblang mengekspose rencana pembangunan daerah tahun 2022.

Bahkan perkembangan Sijunjung dalam pembangunan yang terlaksana dan akan dilaksanakan juga disampaikannya kehadapan bupati dan wabup termasuk rencana pelaksanaan visi-misi bupati juga disampaikan.

Selain itu, Kepala BKAD Sijunjung, Drs. Endi Nazir, juga menyampaikan tentang keuangan kas daerah. Termasuk soal APBD dan PAD Sijunjung serta dana transper daerah yang mengalami penurunan dan dana perimbangan juga disampaikan Endi Nazir.

Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, mengatakan peran dan tupoksi OPD sangat dibutukan dalam program.

“Baik itu pak wali, pak jorong. Data harus terukur dan akurat. Agar pencapaian misi-visi terwujud dengan isu-isu intekektual. Harus lakukan percepatan kegiatan untuk capai kegiatan itu sendiri. OPD itu adalah satu kesatuan (Pemkab) jangan ada ego sektoral dan bekerjasama tuntaskan persoalan di Kabupaten Sijunjung. Apalagi kita jauh dari rata-rata provinsi dan diakui kita selama ini tidak sesuai dengan data,”ucap bupati.

“Kegiatan di tahun 2022 harus terlaksana dengan baik dan pencapaiannya terwujud sesuai dengan visi misi bupati. Harus ada komunikasi OPD dengan DPRD apalagi pokir dewan harus dilaksanakan dengan baik. Keterbatasan anggaran pencapaian visi-misi disesuaikan dan pelayanan publik yang bersentuhan masyarakat harus terlaksana dengan baik. Jangan ada masyarakat mengeluh atas pelayanan yang diberikan,”ucap mantan Kepppala Bapppeda Sijunjung itu.

Wabup Sijunjung, H.Iraddatillah, S.Pt, mengapresiasi penyampaian Bapppeda dan BKAD. Meski begitu ia mengakui tak menapik melihat OPD lesu karena anggaran kegiatan berkurang atas adanya refusing.

“Kita harus bisa membuktikan kinerja dan hindari ego. Kita harus menyampaikan layanan publik. Terutama pelayanan di Dinkes, RSUD hingga ke Puskesmas jangan lagi ada keluhan masyarakat. Kalau orang datang ke rumah sakit layani dulu jangan ditanya soal BPJS nya tapi layani,”tegas Wabup.

Soal pendidikan juga dikupas Wabup Sijunjung. Ia minta pada Kadis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sijunjung. Bahkan terkait masalah penyuluh pertanian juga disampaikan wabup. “Kesejahteraan penyuluh harus diperhatikan. Bercocok tanam harus sesuai dengan tanahnya,”terang Wabup.

“Kita harus kerja cepat dan kerja cerdas. Diminta Kadis Kominfo untuk menjelaskan apa-apa yang ada di Medsos,”tegas wabup.

Pada kesempatan itu, Kadis Kominfo, Rizal Efend, SE, juga diminta menyampaikan eksposenya. Dalam eksposesnya, Rizal menyubut tujuh fungsi dan target kerja Dinas Kominfo dalam pengembangan Smarcity dan aplikasi pun dipaparkannya secara gemblang.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, drg. Ezwandra juga menyampaikan program kerjanya sesuai visi-misi Pemda dan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengembangan smartcity. Soal kesehatan masyarakat juga dikupasnya secara terang benderang.

Plt Dinas P dan K Sijunjung, Usman Gumanti, S.Pd, dalam eksposenya terkait kinerja bidang pendidikan. Serta mutu pendidikan dari jenjang SD hingga SMP juga disampaikannya.

“Permasalahan, mutu pendidikan rendah dan masih kurang guru PNS, inilah yang jadi permasalahan sehingga mutu pendidikan berpengaruh. Akses sekolah juga masih kurang karena masih banyak siswa berada di daerah kurang akses. Daya saing SDM dan peningkatan pendidikan dan akses pendidikan merupakan isu terkini yang perlu dibahas. Pemanfaatan digitalisasi di sekolah juga jadi isu stategis terutama soal zoom meting banyak sekolah tak memiliki faktor pendukung dan kualitas pendidik juga menjadi tantangan,”papar Usaman Gumanti. ius