Operasi Yustisi di Pessel Jaring 42 Orang Tak Bermasker

134

Diantaranya, Sopir, Mahasiswa dan ASN

JURNAL SUMBAR | Painan – Tim gabungan penegakan hukum Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat, Nomor 06 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, di Kabupaten Pesisir Selatan, terus menggiatkan operasi yustisi di sejumlah pasar daerah setempat.

Hari ini Kamis (21/10/2020) tim gabungan melaksanakan razia di Pasar Inpres Painan, Kecamatan IV Jurai, dipimpin Kabag Ops Polres Kompol Arsyal, dengan anggota terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhuhungan, Kominfo, Humas, Kodim, anggota TNI AL, Kepolisian, Pos Denpom dan unsur terkait lainnya.

Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran, yang juga Sekretaris Satgas Pengendalian dan penanganan Covid 19 Kabupaten Pesisir Selatan, Dailipal, usai operasi mengemukakan, tim berhasil menjaring sebanyak 42 orang pelanggar protokol kesehatan.

“Ke-42 pelanggar berasal dari berbagai latar belakang diantaranya, ASN, sopir, pelajar, dan mahasiswa,” kata Dailipal.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya tim gabungan telah melakukan operasi yustisi tiga hari berturut turut Minggu-Selasa (17-20/2020), di sejumlah pasar daerah setempat, pada kesempatan itu, dijaring 124 orang.

“Secara keseluruhan jumlah pelanggar selama operasi dilaksanakan sebanyak 162 orang,” tukuknya.

Dijelaskan, pada hari pertama Minggu (17/10/2020) operasi dilaksanakan di Pasar Sago, berhasil menjaring 53 orang yang tidak memakai masker, kemudian Senin (19/10/2020) di Pasar Baru, ditangkap 36 orang dan hari ini Selasa (20/10/2020) sebanyak 35 orang, dan hari ini Kamis 42 orang.

“Kesemua yang terjaring tidak memakai masker tersebut sudah diberi sanksi kerja sosial di lokasi operasi,” terangnya.

Pelanggar dalam menjalankan sanksi berupa kerja sosial menggunakan rombi bertuliskan. ” Saya pelanggar protokol kesehatan”.

Diharapkan dengan adanya operasi yang dilaksanakan empat kali tersebut, dapat meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa pentingnya mematuhi protokol kesehatan, terutama memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.

“Kita selalu mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif dalam pelaksanaan operasi di lapangan,” sebutnya.

Tim gabungan tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pengeras suara oleh tim Dinas Kominfo.

“Diharapkan operasi yustisi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” pungkasnya.R