Akan Dibuka Wabup Richi, Tiga Bakal Calon Ketua PWI Tanah Datar Bakal Bertarung di Konfercab

202

JURNALSUMBAR | Batusangkar – Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (Konferkab PWI) Kabupaten Tanah Datar untuk memilih Ketua PWI Tanah Datar priode 2022-2025, Sabtu (2/7) akan resmi dibuka wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian.

Dibukanya Konfercab oleh Wabup Richi setalah menerima Organizing Committee (OC) atau Panitia Pelaksana bersama Pelaksana Tugas Pengurus PWI Tanah Datar didampingi pejabat Dinas Komunikasi Informasi (Kominfo) Tanah Datar.

Personil OC yang diketuai Joni Hermanto telah melaporkan kesiapannya untuk menyelenggarakan konfercab kamis (30/6) diaula Eksikutif kantor Bupati Tanahdatar.

Dalam pertemuan itu, wakil Bupati Tanahdatar menyatakan ,siap membuka Konpercab PWI sekaligus mengharapkan aktivitas konfercab dapat berjalan dengan baik, dan berhasil memilih pengurus PWI Tanah Datar yang baru.

Saat ini, sejumlah nama sudah mulai mengapung, dan akan ada beberapa balon akan mencalonkan diri atau dicalonkan anggota lainnya, sehingga sudah mulai terlihat upaya untuk mendekati calon pemilih berjumlah sekitar 20 orang anggota PWI.

Dari pemantaun sudah muncul tiga orang balon beken, yakni, Muhammad Syukur, Meriyanto, dan Chandra Antoni yang telah banyak kiprahnya selaku pengurus PWI Tanah Datar selama ini.Tetapi beberapa anggota memprediksi menjelang hari H bisa saja muncul KUDA HITAM memimpin PWI Tanah Datar periode 2022 – 2025.

Ketua Steering Committee (SC)/Panitia Pengarah; Musriadi Musanif didampingi Irfan Taufik untuk menjadi balon Ketua PWI tidak lah sulit.

Syarat nya, ucap Musriadi Musyanif, seseorang bisa diajukan atau mengajukan diri menjadi balon ketua PWI Tanah Datar Periode 2022-2025, dengan memenuhi syarat,yaitu, sudah menjadi anggota biasa PWI sekurang-kurangnya satu tahun, memiliki sertifikat atau kartu tanda lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Teus, tidak merangkap jabatan dengan pengurus partai politik beserta organisasi terafiliasi dengannya, dan organisasi pemerintahan, Tidak menduduki jabatan rangkap di PWI, .Tidak terlibat dalam tim sukses kontestasi politik, baik pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah, maupun pemilu legislatif.

Kemudian tidak pernah dihukum pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana bertentangan dengan martabat dan profesi kewartawanan, Tidak pernah mendapatkan sanksi dari Dewan Kehormatan Provinsi PWI Sumatera Barat atau institusi lainnya yang berwenang di lingkungan Persatuan wartawan Indonesia(PWI ), terang Musriadi mengakhiri – habede.